Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
LNG Perdana PGN Masuk Nusantara Regas, Dukung Kelistrikan Dan Industri
Selasa, 20 Januari 2026 14:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Nusantara Regas (NR) menerima pasokan liquefied natural gas (LNG) perdana dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan gas nasional bagi sektor kelistrikan dan industri.
Penerimaan LNG perdana tersebut dilakukan pada Senin (19/1/2026), ditandai dengan proses ship-to-ship transfer yang berlangsung pada 19–21 Januari 2026. Kegiatan commissioning dan penyerahan gas PGN dilaksanakan pada 20 Januari 2026.
Selanjutnya, gas hasil regasifikasi dialirkan melalui proses gas-in di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang sebelum disalurkan ke jaringan pipa gas.
Baca juga : Spirit Perjuangan Pulihnya Sektor Kelistrikan Di Aceh
Pasokan LNG dari PGN direncanakan sebanyak tiga kargo sepanjang 2026 dan bersumber dari Kilang LNG Tangguh, Papua. Melalui infrastruktur PGN, penyaluran gas dapat dilakukan dengan kapasitas maksimum hingga 100 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dengan kemampuan operasi berkelanjutan sebesar 60 MMSCFD guna menjamin keandalan suplai.
Direktur Operasi dan Komersial PT Nusantara Regas Mahfud Fauzi mengatakan penerimaan LNG perdana tersebut memperkuat peran strategis Nusantara Regas dalam sistem energi nasional.
“Sejak awal beroperasi, Nusantara Regas menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pasokan LNG nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan. Penerimaan LNG perdana dari PGN ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Mahfud.
Baca juga : Sekolah Rakyat dan Jalan Baru Memutus Rantai Kemiskinan di Indonesia
Ia menambahkan, suplai LNG tersebut akan difokuskan untuk mendukung pembangkitan listrik serta kebutuhan industri melalui pemanfaatan infrastruktur gas yang terintegrasi.
“Suplai LNG PGN dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, komersial, dan rumah tangga agar aktivitas ekonomi dapat berjalan secara stabil dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai operator terminal LNG nasional, PT Nusantara Regas telah melayani penyaluran gas hasil regasifikasi LNG sejak 2012, terutama untuk mendukung sektor kelistrikan. Selama lebih dari satu dekade, perusahaan berperan penting dalam memastikan ketersediaan gas bumi yang andal seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan upaya transisi menuju energi yang lebih bersih.
Baca juga : Nurdin Halid Usulkan Penundaan Musda Golkar
Operasi LNG dan gas PGN tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di sektor energi, antara lain SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemasok LNG, PGN, Pertamina, PLN, dan Nusantara Regas sebagai pengelola terminal.
Melalui sinergi tersebut, Nusantara Regas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur LNG dan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional serta transisi menuju bauran energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan, khususnya bagi sektor kelistrikan dan industri.
PT Nusantara Regas merupakan afiliasi PT Pertamina (Persero) yang didirikan bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Perusahaan ini mengoperasikan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat di perairan Teluk Jakarta serta Onshore Receiving Facility Muara Karang, DKI Jakarta, yang berperan penting dalam pasokan energi pembangkit listrik di Jakarta dan Jawa bagian barat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya