RM.id Rakyat Merdeka - PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) resmi beroperasi sebagai perusahaan asuransi umum syariah yang berdiri mandiri (full-fledged) setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-123/D.05/2025 tertanggal 23 Desember 2025.
Direktur Utama SMAS Daniel Armagatlie mengatakan pembentukan entitas mandiri memungkinkan perusahaan bergerak lebih fokus, adaptif, dan optimal dalam mengembangkan produk serta layanan asuransi berbasis prinsip syariah yang amanah, transparan, dan berkeadilan.
“Kehadiran PT Sinar Mas Asuransi Syariah sebagai entitas mandiri merupakan wujud komitmen kami untuk menjalankan amanah sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta POJK Nomor 11 Tahun 2023 mengenai Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi,” ujar Daniel dalam peresmian SMAS, Selasa.
Pembentukan SMAS merupakan langkah strategis PT Asuransi Sinar Mas dalam mendukung penguatan industri keuangan syariah nasional dan sejalan dengan mandat regulasi OJK. Direktur PT Asuransi Sinar Mas I Ketut Pasek Swastika menambahkan, spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi entitas mandiri bertujuan memperkuat fokus bisnis syariah.
Baca juga : Gaet ADB, Kemenperin Kebut Pengembangan Industri Semikonduktor
“Melalui pembentukan entitas syariah yang berdiri mandiri, kami berharap SMAS dapat tumbuh lebih optimal dan memberikan kontribusi lebih besar bagi pengembangan industri asuransi syariah nasional,” kata I Ketut.
Dengan dukungan ekosistem Sinar Mas, fondasi keuangan yang kuat, serta pengalaman panjang di industri asuransi syariah sejak 2004, SMAS optimistis memperluas akses perlindungan berbasis nilai syariah sekaligus memperkuat industri asuransi umum syariah nasional.
Daniel menambahkan, dalam satu hingga tiga tahun ke depan SMAS akan fokus pada pengalihan portofolio peserta dari induk, akselerasi pertumbuhan bisnis, serta penguatan kemitraan strategis. “Untuk jangka menengah, kami menargetkan SMAS menjadi market leader asuransi umum syariah dengan penguatan tata kelola dan pengembangan berkelanjutan,” ujarnya.
Rangkaian peresmian dihadiri perwakilan OJK, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta mitra strategis dari sektor perbankan, multifinance, broker, dan agen. Kehadiran regulator dan asosiasi industri tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan struktur dan pertumbuhan industri asuransi umum syariah di Indonesia.
Baca juga : Tekan Emisi Dan Hemat Energi, LPCK Perkuat Kawasan Industri Berkelanjutan
Ketua AASI Rudy Kamdani menyatakan transformasi PT Asuransi Sinar Mas Syariah dari unit usaha menjadi perusahaan mandiri bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen membangun dan memajukan industri asuransi syariah. “Baik dari sisi bisnis maupun nilai dan spiritnya,” kata Rudy.
Dukungan serupa disampaikan Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis KNEKS Inza Putra. Menurut dia, bertambahnya perusahaan asuransi syariah full-fledged menandai terus berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah nasional. “Saya berharap SMAS dapat terus bersaing, berkembang, serta memberikan manfaat bagi banyak pihak,” ujarnya.
Selama beroperasi sebagai UUS, Asuransi Sinar Mas Syariah mencatat kinerja konsisten dan berkelanjutan. UUS ASM meraih sejumlah penghargaan nasional, antara lain Top Sharia Business Unit General Insurance dari The Iconomic, Best Sharia General Insurance dari Investor dan Media Asuransi, serta Excellent Financial Performance dari Infobank Sharia Award. UUS ASM juga memperoleh BAZNAS Award 2024 sebagai perusahaan pembayar zakat terbaik.
Dari sisi kinerja keuangan, per Desember 2025 (unaudited), UUS ASM mencatat kontribusi Rp168 miliar dengan surplus underwriting Rp36 miliar dan rasio solvabilitas (RBC) 931,87 persen.
Baca juga : Dedi Mulyadi Dorong Bank BJB Bermitra dengan Industri di Jawa Barat
Portofolio bisnis SMAS saat ini didominasi asuransi kendaraan bermotor, harta benda, dan Simas Super Cover Syariah. Ke depan, perusahaan akan meningkatkan kontribusi lini asuransi mikro, pengangkutan, surety syariah, serta penjaminan sukuk. SMAS juga membidik segmen ritel, komersial, dan korporasi melalui kemitraan strategis dengan bank syariah, multifinance syariah, UMKM, serta ekosistem haji dan umrah, didukung penguatan kanal distribusi digital.
Peresmian juga diisi dengan sesi diskusi bertema “Prospek Asuransi Umum Syariah 2026” yang menghadirkan narasumber nasional, antara lain Suwandi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pakar ekonomi dan keuangan Islam Adiwarman Azwar Karim, serta Presiden Direktur Reasuransi Syariah Indonesia Tati Febrianty.
Sebagai bentuk komitmen sosial, SMAS menyalurkan zakat perusahaan senilai Rp1 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Penyerahan zakat dilakukan Direktur Utama SMAS Daniel Armagatlie kepada perwakilan BAZNAS Mokhamad Mahdum.
Puncak acara ditandai dengan prosesi gunting pita dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan awal perjalanan SMAS sebagai entitas mandiri, yang dilakukan bersama jajaran direksi dan perwakilan OJK.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.