Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dari Sumur Mathilda, RDMP Balikpapan Perkuat Energi Timur
Jumat, 16 Januari 2026 10:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, yang telah beroperasi lebih dari satu abad, kini bertransformasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Sejarah kilang tersebut bermula pada 10 Februari 1897, ditandai dengan ditemukannya sumur minyak pertama di Balikpapan bernama Mathilda oleh J.H. Menten. Penemuan sumur Mathilda kemudian menjadi tonggak awal berkembangnya Balikpapan sebagai kota industri minyak dan ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan.
Sumur Mathilda yang berada di kawasan Kilang Balikpapan menjadi saksi perjalanan panjang industri energi nasional. Kilang ini sempat mengalami kerusakan parah pada masa Perang Dunia II, namun kembali dibangun dan berkembang hingga kini menjadi salah satu kilang terbesar dan paling modern di Indonesia.
Baca juga : Pengamat: RDMP Balikpapan Dibangun Dengan Standar Keamanan Tinggi
Melalui proyek RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan kilang ditingkatkan dari semula sekitar 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Proyek ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemandirian nasional dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan produk petrokimia, sekaligus menghasilkan produk berstandar Euro V yang lebih ramah lingkungan.
Selain peningkatan kapasitas dan kualitas produk, RDMP Balikpapan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Kilang Balikpapan memiliki peran strategis sebagai penopang distribusi energi di kawasan Indonesia Timur, mencakup Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Pasokan energi dari kilang ini menjadi penunjang utama mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.
Baca juga : Kilang Balikpapan Beri Multiplier Effect Bagi Ekonomi Daerah
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan RDMP Balikpapan dirancang dengan teknologi yang lebih modern dan fleksibel, sehingga mampu mengolah berbagai jenis bahan baku dan menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
“RDMP Balikpapan merupakan wujud adaptasi industri energi terhadap tuntutan global akan keberlanjutan. Kilang ini tidak hanya berperan sebagai aset strategis nasional, tetapi juga menjadi simbol komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Baron.
Ia menambahkan, pemahaman generasi muda terhadap nilai historis dan strategis Kilang Balikpapan menjadi penting agar aset nasional tersebut terus relevan dan berkelanjutan. “Di Balikpapan, para Perwira Pertamina bekerja memastikan pasokan energi menjangkau seluruh Indonesia Timur. RDMP adalah bentuk komitmen kami menuju kemandirian energi yang lebih kuat,” katanya.
Baca juga : Semenyo Menggila, MU Kian Merana
Pertamina sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasionalnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya