BREAKING NEWS
 

Pertamina Foundation Bangun Pertanian Terintegrasi 4 in 1 di Pesantren Bogor

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 28 Januari 2026 12:11 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini merambah ke lingkungan pendidikan agama. 

Pertamina melalui kompetisi PFsains mengimplementasikan inovasi pertanian terintegrasi berbasis ekonomi sirkular "4 in 1" di Pondok Pesantren Daarul Hawariyyin, Kabupaten Bogor.

Inovasi hasil riset Fakultas Teknik Universitas Pancasila ini menggabungkan aktivitas pertanian hidroponik, peternakan ayam, perikanan, hingga pengelolaan sampah organik dalam satu ekosistem berkelanjutan. Inovator sistem ini, Dr. Dino Rimantho, menjelaskan bahwa integrasi ini dirancang untuk menjawab tantangan operasional harian pesantren melalui pemanfaatan limbah.

Baca juga : Polda Metro Bongkar Peredaran Narkotika Rp 41,7 Miliar di Tangerang

“Sistem ini menjawab tantangan mulai dari kebutuhan pangan 25 santri dan 10 asatidz, pengelolaan sampah organik, hingga biaya operasional pesantren. Limbah organik pesantren dan kotoran ternak diolah melalui budidaya maggot BSF yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan ikan lele serta air kolam ikan didaur ulang untuk mendukung sistem hidroponik. Ikan lele tersebut juga kami olah menjadi produk olahan, yakni abon lele sehingga sistem ini secara keseluruhan menciptakan proses produksi pangan yang efisien, minim limbah, dan ramah lingkungan,” ujar Dino, Senin (27/1/2026).

Selain pengelolaan limbah, sistem ini juga mengadopsi energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 kWp.

Adsense

Energi surya ini digunakan untuk mendukung pompa hidroponik, mesin pencacah sampah, hingga proses penetasan telur ayam.

Baca juga : Cek Endra Dorong Penegakan Lingkungan Terintegrasi di Wilayah Rawan Bencana

Dewan Pengawas Pertamina Foundation, Narendra Widjajanto, memberikan apresiasi saat meninjau langsung lokasi implementasi.

Ia menekankan pentingnya pengembangan model bisnis agar inovasi ini memberikan keuntungan finansial bagi pesantren.

“Kami melihat langsung bahwa inovasi ini tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh pesantren. Tantangannya ke depan ialah pematangan model bisnis agar pesantren memperoleh pendapatan dari sistem ini. Harapan saya, ini dapat direplikasi ke pesantren lainnya,” ucap Narendra.

Baca juga : Poros Muda Indonesia Apresiasi DPR Pertahankan Polri di Bawah Presiden

Senada dengan hal tersebut, Direktur Keuangan Pertamina Foundation Tito Rahman Hidayatullah berharap program ini menjadi pemicu kemandirian bagi para santri.

“Melalui PFsains, kami ingin menghadirkan solusi nyata yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Harapannya ini tidak hanya menciptakan kemandirian pangan, tetapi juga pusat pembelajaran kewirausahaan bagi para santri,” ujar Tito Rahman.

Sejak diluncurkan pada 2020, PFsains telah mendukung hilirisasi 36 produk riset inovasi teknologi dan energi di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui inovasi tepat guna.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense