BREAKING NEWS
 

Cegah Harga Pangan Bergejolak

Pemerintah Perkuat Sinergi Jelang Imlek Dan Bulan Puasa

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Senin, 2 Februari 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin HLM TPIP. Foto: Do. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Pusat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah di dalam mencegah harga pangan bergejolak menjelang perayaan Imlek, bulan suci Ramadan, dan perayaan Idul Fitri. Upaya itu ditargetkan dapat mengendalikan inflasi pada momen tersebut.

Pentingnya koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Imlek disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP).

Rapat tersebut digelar sebagai upaya pemantapan kesiapan menjelang HBKN sekaligus bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan pencapaian Asta Cita.

Baca juga : BTN Expo Lahirkan 58 Inovator Visioner

Airlangga mengatakan, Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi dan koordinasi guna menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1 persen pada 2026.

Menurutnya, pengendalian inflasi pangan bergejolak (volatile food) menjadi fokus utama, terutama pada komoditas bahan makanan pokok.

“Terkait volatile food, terutama makanan, terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga : Amdal Dan Tata Ruang DKI Saatnya Dibenahi Serius

Ia menyebut, Pemerintah juga mendorong agar koordinasi antara pusat dan daerah terus dijaga, khususnya dalam pengadaan pasokan pangan antar waktu dan antar wilayah melalui peningkatan produktivitas dan pembiayaan, serta peningkatan kelancaran logistik untuk sejumlah komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan terutama beras.

“Pemerintah menekankan pentingnya penguatan koordinasi pusat dan daerah dalam menjaga pasokan serta kelancaran distribusi pangan agar tekanan harga dapat ditekan lebih dini,” ujarnya.

Selain pasokan pangan, Pemerintah dan BI turut memperkuat koordinasi kebijakan harga yang diatur Pemerintah (administered prices).

Baca juga : Chelsea Merangsek Naik

Penetapan kebijakan tersebut akan mempertimbangkan waktu penerapan, tahapan, serta besaran penyesuaian agar tidak menekan daya beli masyarakat.

Adsense

Koordinasi komunikasi kebijakan juga terus diperkuat untuk menjaga ekspektasi inflasi publik tetap terkendali.

Airlangga menjelaskan, inflasi pada kuartal I-2026 berpotensi menghadapi tekanan dari berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian global yang memicu imported inflation, faktor iklim dan cuaca, hingga pola musiman selama HBKN seperti Ramadan dan Idul Fitri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense