BREAKING NEWS
 

Perjuangan Membangun Lumbung Pangan Nasional di Rawa Wanam

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 2 Februari 2026 13:59 WIB
Foto: Jhonlin Group.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah rawa dan lumpur ekstrem di ujung selatan Papua, pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam terus dikebut.

Jalan penghubung Wanam–Merauke menjadi kunci utama mewujudkan lumbung pangan nasional sekaligus membuka isolasi wilayah yang puluhan tahun terpinggirkan.

Wanam diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru seluas 1 juta hektare.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini tidak hanya membuka lahan pertanian, tetapi juga membangun ekosistem terpadu yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Namun, seluruh ekosistem tersebut bertumpu pada satu faktor krusial: konektivitas.

Membangun infrastruktur di Wanam ibarat menantang alam secara langsung. Wilayah yang didominasi rawa, curah hujan tinggi, serta pasang surut air laut ekstrem kerap membuat alat berat tak berdaya.

Dalam proses pembukaan lahan, belasan ekskavator bahkan dilaporkan sempat tenggelam di lumpur rawa yang dalam. Karena itu, pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang menghubungkan Wanam dengan pusat Kota Merauke menjadi perjuangan yang menuntut totalitas.

Baca juga : Kinerja Kilang Pertamina Internasional 2025: Olah 330 Juta Barel Minyak

Hingga akhir Januari 2026, progres fisik jalan telah mencapai 58 kilometer yang telah dipadatkan dan dapat dilalui kendaraan.

Tim Survei Jhonlin Group, Alex Bastomi, menjelaskan bahwa hingga saat ini pekerjaan terus berjalan. Perintisan jalan telah mencapai 58,44 kilometer, sementara jalan yang sudah diperkeras mencapai 11,53 kilometer. Adapun pembukaan lahan telah mencakup area seluas 9.781 hektare.

“Jalan yang sudah diperkeras sudah bisa dilalui kendaraan, terutama truk pengangkut material bangunan untuk proyek PSN,” ujar Alex.

Ia memastikan, pengerjaan jalan akan terus dipercepat agar segera rampung. “Kita usahakan secepatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ulus, warga asli Merauke, merasakan langsung perubahan signifikan di Wanam. Sebelum menjadi sopir truk pengangkut material, ia pernah bekerja sebagai tenaga harian survei saat pembangunan dermaga (jetty) Wanam pertama kali direncanakan.

Adsense

“Sebelumnya saya kerja harian survei waktu mau bangun jetty,” kenang Ulus.

Baca juga : PSI Dorong Pelonggaran Syarat Pencalonan Pilkada

Ia menjadi saksi bahwa Wanam dulunya terisolasi total melalui jalur darat. Tanpa akses jalan, seluruh kebutuhan logistik hanya mengandalkan jalur air yang lambat dan sangat bergantung pada pasang surut sungai, sehingga biaya distribusi menjadi sangat mahal.

“Kalau sebelumnya setengah mati jalannya karena daerahnya lumpur. Sekarang sudah mending,” ungkapnya.

Kini, Ulus rutin bolak-balik mengangkut material dari gudang menuju lokasi proyek dermaga dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat.

Bagi masyarakat Distrik Ilwayab, Ngguti, hingga Muting, keberadaan jalan ini menjadi harapan baru. Akses transportasi yang sebelumnya terbatas membuat harga kebutuhan pokok mahal dan sulit dijangkau.

Jalan KSPP Wanam diyakini akan memangkas waktu distribusi hasil pertanian dan mempercepat arus barang menuju pasar.

Lebih dari sekadar jalur transportasi, infrastruktur ini dirancang dengan sistem drainase terintegrasi. Selain menjaga badan jalan dari genangan rawa, saluran ini juga akan berfungsi sebagai irigasi bagi lahan sawah yang disiapkan untuk masa depan.

Baca juga : Prabowo Minta Cadangan BBM Nasional Ditingkatkan Jadi Tiga Bulan

Wanam disiapkan menjadi salah satu lumbung pangan terbesar, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.

Dengan modernisasi pertanian dan tata kelola air yang tepat, kawasan ini diharapkan mampu menopang kebutuhan beras nasional dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

Di lapangan, para pekerja terus berjibaku meratakan tanah dengan teknik khusus. Keterbatasan material alam membuat mereka harus menimbun kayu sebagai fondasi, melapisinya dengan batu, lalu memadatkannya sebelum proses pengaspalan dilakukan.

Setiap meter jalan yang berhasil dibangun menjadi kemenangan kecil melawan isolasi. Bagi pekerja seperti Ulus, setiap rit material yang diantarkan adalah kontribusi nyata bagi masa depan Papua Selatan yang lebih mandiri dan berdaulat secara pangan.

Di tengah cuaca yang kerap tak bersahabat, pembangunan Wanam terus berjalan. Sebab di tanah Merauke inilah ketahanan pangan nasional dipertaruhkan, dan jalan Wanam–Merauke menjadi urat nadi utamanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense