Sebelumnya
“Program ini setara dengan kontribusi pertumbuhan sebesar tujuh persen jika rantai pasoknya berjalan efektif,” jelas Airlangga.
Indonesia juga terus memperkuat kemitraan internasional, seperti kolaborasi semikonduktor dengan Malaysia dan pembangunan 10 universitas sains dan teknologi bersama Russell Group.
Di sektor energi hijau, finalisasi rencana ekspor energi ke Singapura dan pengembangan hidrogen bersama Sarawak tengah disiapkan.
Baca juga : Segera Perbaiki Dong Jalan Rusak, Jangan Nunggu Viral
Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid menambahkan, dunia sedang berjalan di atas ketidakpastian. Kebijakan tarif resiprokal AS dan potensi meluasnya konflik antarnegara menjadi guncangan bagi pasar komoditas.
“Dalam satu keputusan, koalisi negara yang terikat nilai bersama dapat didorong ke tepi jurang, menantang perdamaian dan stabilitas global,” tutur Arsjad.
Menurutnya, posisi Indonesia yang memegang teguh politik luar negeri bebas aktif sangat menguntungkan di tengah situasi global yang terfragmentasi.
Baca juga : Inter Milan Vs Torino, Buru Gelar Domestik Ganda
“Hari ini, garis yang dulunya memisahkan kawan dan lawan, jelas semakin kabur. Ada banyak interpretasi yang sering kali bersaing mengenai tatanan global saat ini,” ujarnya.
Meski Indonesia memiliki modal diplomatik kuat, Arsjad mengingatkan tantangan ke depan tidak bisa dianggap remeh. Indonesia harus mampu menerjemahkan kredibilitas internasional menjadi manfaat ekonomi yang nyata dan inklusif bagi seluruh masyarakat. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 4 Februari 2026 dengan judul "Optimis Visi Indonesia Emas 2045 Tercapai, Indonesia Jadi Middle Power Ekonomi Dunia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.