Dark/Light Mode

Bikin Macet & Bahayakan Keselamatan

Segera Perbaiki Dong Jalan Rusak, Jangan Nunggu Viral

Rabu, 4 Februari 2026 06:25 WIB
Pengendara melintasi jalan rusak dan berlubang di Jalan Gedong Panjang dan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pengendara melintasi jalan rusak dan berlubang di Jalan Gedong Panjang dan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah jalan di Jakarta mengalami kerusakan, akibat banjir. Jalan tersebut harus segera diperbaiki. Karena, selain menimbulkan kemacetan, juga membahayakan keselamatan masyarakat.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Ali Lubis, jalan rusak kerap muncul setelah hujan. Sayangnya, luput dari penanganan cepat. 

Dampaknya, lanjut Ali, sering terdengar pengendara motor terjatuh. Bahkan, sampai ada korban luka serius. “Ini bukan persoalan sepele,” tandas politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini. 

Karena itu, Ali meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas terkait, segera memperbaiki berbagai jalan yang rusak. “Jangan menunggu laporan, viral atau ada korban,” tandasnya. 

Ali juga menyoroti pola perbaikan jalan yang menurutnya masih bersifat reaktif dan tambal sulam. Pendekatan tersebut, katanya, tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. “Terutama, saat memasuki musim hujan,” ingatnya. 

Baca juga : Inter Milan Vs Torino, Buru Gelar Domestik Ganda

Tak hanya itu, Ali meminta evaluasi terhadap kualitas material jalan, sistem drainase, serta pengawasan pekerjaan di lapangan. Pasalnya, kerusakan berulang di titik-titik yang sama, menjadi indikator terdapat persoalan mendasar. “Berarti ada yang salah, harus dievaluasi secara serius,” tegasnya. 

Intinya, Ali menegaskan, keamanan dan kenyamanan warga dalam berkendara pada siang maupun malam hari, harus menjadi perhatian utama Pemprov DKI. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan memperbaiki jalan rusak dan berlubang. “Sebenarnya, Pemerintah DKI melalui Dinas Bina Marga ingin segera menangani jalan-jalan yang berlubang,” kata Pram di Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026), saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama. 

Tapi, lanjut Pram, hingga awal Februari, curah hujan diperkirakan masih tinggi, sehingga penanganan jalan berlubang, jika dilakukan saat ini, berisiko cepat rusak kembali. “Kalau kita lakukan sekarang, satu-dua hari akan terkelupas kembali. Itu terjadi di Jalan Gatot Subroto,” jelasnya. 

Menurut Pram, kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi, membuat metode tambal sulam tidak lagi efektif. Karena itu, perlu penanganan yang lebih permanen, berupa pengaspalan ulang secara menyeluruh. 

Baca juga : Ikuti Jejak Yayuk Basuki, Janice Tjen Tembus Top 50 Petenis Dunia

“Itu perlu waktu. Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga, begitu curah hujannya berkurang, untuk melakukan perbaikan jalan,” imbuh mantan Sekretaris Kabinet ini. 

Terkait anggaran, Pram memastikan, biaya perbaikan jalan, bukan kendala bagi Pemerintah Provinsi DKI. “Anggaran tidak jadi masalah untuk Jakarta,” tandasnya. 

Anggota Komisi A DPRD DKI William Aditya Sarana juga meminta Pemprov DKI Jakarta memperbaiki berbagai jalan yang rusak. 

Banjir yang terjadi beberapa waktu ini, mengakibatkan beberapa jalan rusak. Lubang muncul di mana-mana, membahayakan pengguna jalan. Bahkan, sudah ada pengendara motor yang kecelakaan karena itu,” kata Wili, sapaan William, Selasa (27/1/2026). 

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mewanti-wanti, jalan rusak dan berlubang, jangan sampai menyebabkan kecelakaan yang fatal. 

Baca juga : Denada Khilaf, Akui Ressa Anak Kandungnya

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI pada Kamis (22/1/2026), ketika Jakarta diguyur hujan seharian, terdapat 22 ruas jalan yang banjir. 

“Pemprov DKI harus melakukan patroli rutin, terutama sepanjang ruas-ruas jalan utama, untuk mencari kerusakan. Jika ada lubang, maka harus segera ditambal. Ya, untuk mencegah jatuhnya korban,” ujar Wili. 

Menurut Wili, wilayah yang diwakilinya, seperti Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, sangat terdampak banjir Januari 2026. “Mohon agar disisir dari ujung ke ujung, apakah ada lubang dan membahayakan para pengguna jalan,” pintanya. 

Wili pun menyarankan, agar Dinas Bina Marga yang bertanggung jawab terkait jalan, berkoordinasi dengan dinas lainnya. Seperti Dinas Perhubungan yang bertanggung jawab untuk pengaturan lalu lintas, selama patroli dan perbaikan berlangsung. “Ada baiknya, dilakukan secepat-cepatnya dengan cara dicicil, jangan menunggu terlalu lama,” kata Wili. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.