RM.id Rakyat Merdeka - Upaya penguatan pasokan gas domestik untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional memasuki fase krusial.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan akses penyambungan pipa gas dari Wilayah Kerja Natuna segera dimulai.
Kepastian tersebut menyusul ditandatanganinya Tie-in Agreement (TIA) proyek pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping.
Kesepakatan ini membuka jalan dimulainya konstruksi fisik infrastruktur strategis tersebut pada awal Februari 2026.
Baca juga : Komisi VII DPR Minta Pemerintah Perkuat Sektor Manufaktur
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto, Chairman WNTS Susanto selaku operator, serta Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Perjanjian ini sekaligus mengakhiri negosiasi panjang terkait aspek teknis dan tanggung jawab antarpihak.
Kepastian Akses dan Pasokan
Rakhmad Dewanto menyatakan, rampungnya TIA menjadi titik penentu percepatan pembangunan pipa sekaligus kesiapan PLN EPI menyerap gas bumi dari Natuna.
Proyek ini merupakan penugasan langsung dari Menteri ESDM.
Baca juga : Dukung Hilirisasi, PLTG Kolaka 26,2 MW Resmi Perkuat Kelistrikan Sultra
“Dengan disepakatinya TIA ini, PLN EPI memperoleh kepastian akses pembangunan pipa WNTS–Pemping ke ruas pipa WNTS sehingga proses konstruksi dapat segera dimulai pada awal Februari 2026. Seluruh persiapan utama telah kami lakukan, mulai dari pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction, hingga perolehan izin lingkungan,” ujar Rakhmad.
Ia menegaskan, proyek ini krusial untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan di Batam dan Sumatra bagian tengah, serta terintegrasi dengan rencana penyaluran gas dari Wilayah Kerja Duyung.
Sebelumnya, PLN EPI juga telah memperkuat integrasi ini melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan volume hingga 111 BBTUD untuk periode 11 tahun.
Mitigasi Risiko dan Transisi Energi
Dari sisi risiko, Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menjelaskan bahwa TIA juga menuntaskan pembahasan klausul liabilities.
Baca juga : Perluas Jangkauan, Kemenag Kenalkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital di Mesir
Skema tanggung jawab kini diubah menjadi limited liabilities dengan nilai maksimum di bawah 100 juta dollar AS.
“Kami mengapresiasi dukungan SKK Migas dan WNTS JV yang memungkinkan tercapainya kesepakatan ini, sehingga proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan,” ujar Erma.
Sementara itu, Djoko Siswanto menyebut proyek ini sebagai simbol kembalinya gas Natuna untuk kepentingan domestik setelah puluhan tahun lebih banyak diekspor.
PLN EPI menargetkan proses commissioning dapat dilakukan pada semester pertama 2026, sejalan dengan visi pemerintah menjadikan gas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.