BREAKING NEWS
 

Pipa Gas WNTS-Pemping Mulai Konstruksi, Perkuat Listrik Batam dan Sumatra

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Rabu, 4 Februari 2026 08:34 WIB
Kiri ke Kanan : Sikkat Sinaga (SVP Pengembangan Bisnis, Pemasaran dan Perencanaan Pengadaan Gas Pipa dan BBM PLN EPI), Agus Purnomo (GM Unit Proyek Gas dan BBM PLN EPI), Erma Melina Sarahwati (Direktur Gas dan BBM PLN EPI), Rakhmad Dewanto (Direktur Utama PLN EPI), Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), Susanto (Medco E&P Natuna Ltd, WNTS Chairman) dan Teny Wibowo (Medco E&P Natuna Ltd, WNTS dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Tie-in Agreement (TIA) untuk proyek pipa West Natuna Transportation System (WNTS) – Pulau Pemping. (Foto: dok. PLN EPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya penguatan pasokan gas domestik untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional memasuki fase krusial.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan akses penyambungan pipa gas dari Wilayah Kerja Natuna segera dimulai.

Kepastian tersebut menyusul ditandatanganinya Tie-in Agreement (TIA) proyek pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping.

Kesepakatan ini membuka jalan dimulainya konstruksi fisik infrastruktur strategis tersebut pada awal Februari 2026.

Baca juga : Komisi VII DPR Minta Pemerintah Perkuat Sektor Manufaktur

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto, Chairman WNTS Susanto selaku operator, serta Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.

Perjanjian ini sekaligus mengakhiri negosiasi panjang terkait aspek teknis dan tanggung jawab antarpihak.

Kepastian Akses dan Pasokan

Rakhmad Dewanto menyatakan, rampungnya TIA menjadi titik penentu percepatan pembangunan pipa sekaligus kesiapan PLN EPI menyerap gas bumi dari Natuna.

Adsense

Proyek ini merupakan penugasan langsung dari Menteri ESDM.

Baca juga : Dukung Hilirisasi, PLTG Kolaka 26,2 MW Resmi Perkuat Kelistrikan Sultra

“Dengan disepakatinya TIA ini, PLN EPI memperoleh kepastian akses pembangunan pipa WNTS–Pemping ke ruas pipa WNTS sehingga proses konstruksi dapat segera dimulai pada awal Februari 2026. Seluruh persiapan utama telah kami lakukan, mulai dari pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction, hingga perolehan izin lingkungan,” ujar Rakhmad.

Ia menegaskan, proyek ini krusial untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan di Batam dan Sumatra bagian tengah, serta terintegrasi dengan rencana penyaluran gas dari Wilayah Kerja Duyung.

Sebelumnya, PLN EPI juga telah memperkuat integrasi ini melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan volume hingga 111 BBTUD untuk periode 11 tahun.

Mitigasi Risiko dan Transisi Energi

Dari sisi risiko, Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menjelaskan bahwa TIA juga menuntaskan pembahasan klausul liabilities.

Baca juga : Perluas Jangkauan, Kemenag Kenalkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital di Mesir

Skema tanggung jawab kini diubah menjadi limited liabilities dengan nilai maksimum di bawah 100 juta dollar AS.

“Kami mengapresiasi dukungan SKK Migas dan WNTS JV yang memungkinkan tercapainya kesepakatan ini, sehingga proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan,” ujar Erma.

Sementara itu, Djoko Siswanto menyebut proyek ini sebagai simbol kembalinya gas Natuna untuk kepentingan domestik setelah puluhan tahun lebih banyak diekspor.

PLN EPI menargetkan proses commissioning dapat dilakukan pada semester pertama 2026, sejalan dengan visi pemerintah menjadikan gas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense