Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perluas Jangkauan, Kemenag Kenalkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital di Mesir
Senin, 2 Februari 2026 13:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) berpartisipasi dalam Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 yang berlangsung 22 Januari hingga 3 Februari 2026 di Kairo, Mesir.
Dalam ajang tersebut, Kemenag memperkenalkan platform ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai koleksi literasi keislaman dalam format digital.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Lubenah, mengatakan, keikutsertaan Kemenag dalam pameran buku internasional tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keagamaan.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga cara memahami dan mengamalkan ajaran agama.
“Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” kata Lubenah di Kairo, Minggu (1/2/2026).
Baca juga : Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Ekspor Beras ke Saudi
Ia menjelaskan, literasi keagamaan yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemahaman agama yang moderat dan kontekstual, lanjutnya, dapat tumbuh melalui akses terhadap bacaan keislaman yang beragam dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti CIBF,” ujarnya.
Lubenah menambahkan, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak.
Menurutnya, kehadiran Indonesia di pameran buku tersebut membuka peluang kerja sama dengan penerbit, lembaga riset, dan institusi keagamaan dari berbagai negara.
“Kami ingin literasi keagamaan Islam Indonesia terhubung dengan ekosistem literasi global,” katanya.
Baca juga : Serapan Anggaran Komdigi 94,9 Persen, Akses Digital Wilayah 3T Diperkuat
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menjelaskan, koleksi ELIPSKI diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital agar dapat diakses oleh pengunjung pameran.
“Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujar Nur.
Ia menyebut, koleksi ELIPSKI yang dipamerkan mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya-karya tematik yang membahas isu kontemporer. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam.
“Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” jelasnya.
Menurut Nur, respons pengunjung terhadap koleksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan.
Baca juga : Universitas Trisakti Gelar PKM Pemberdayaan Koperasi Merah Putih di Ciambar
Ia menilai, koleksi ELIPSKI dapat menjadi salah satu sumber rujukan dalam diskursus keislaman lintas negara. Cairo International Book Fair merupakan ajang pameran buku terbesar di kawasan timur tengah.
Dalam empat hari sejak dibuka, penyelenggara merilis satu juta warga Mesir dan negara Timur Tengah lainnya mengunjungi pameran tersebut. Perhelatan tahunan itu dinilai strategis sebagai ajang promosi literasi keagamaan dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya