Dark/Light Mode

Dukung Hilirisasi, PLTG Kolaka 26,2 MW Resmi Perkuat Kelistrikan Sultra

Selasa, 3 Februari 2026 15:40 WIB
Dari Kiri: Ketua DPRD Kolaka I Ketut Ariana, Bupati Kolaka H. Amri, Wakil Gubernur Hugua, M.Ling,  EVP Perencanaan Strategis Pembangkitan PT PLN (Persero) Parulian Noviandri, Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN NP Komang Parmita, dan GM PLN (Persero)  UID Sulselrabar Edyansyah bersama  melakukan penekanan tombol sebagai penanda resmi COF PLTG Kolaka yang merupakan  relokasi dari PLTG Maleo Unit 3. (Foto: Dok. PLN NP)
Dari Kiri: Ketua DPRD Kolaka I Ketut Ariana, Bupati Kolaka H. Amri, Wakil Gubernur Hugua, M.Ling, EVP Perencanaan Strategis Pembangkitan PT PLN (Persero) Parulian Noviandri, Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN NP Komang Parmita, dan GM PLN (Persero) UID Sulselrabar Edyansyah bersama melakukan penekanan tombol sebagai penanda resmi COF PLTG Kolaka yang merupakan relokasi dari PLTG Maleo Unit 3. (Foto: Dok. PLN NP)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Nusantara Power (PLN NP) meresmikan operasional komersial (Commercial Operation Date/COD) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kolaka di Sulawesi Tenggara, Sabtu (31/1/2026).

Kehadiran pembangkit berkapasitas 26,2 megawatt (MW) ini bertujuan untuk menjamin keandalan pasokan listrik bagi sektor industri hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Pembangkit ini merupakan hasil relokasi dari PLTG Maleo Unit 3 yang sebelumnya berada di Gorontalo.

Langkah relokasi diambil sebagai strategi optimalisasi aset PLN Group untuk merespons lonjakan kebutuhan listrik di Sulawesi Tenggara yang dipicu oleh menjamurnya pelanggan tegangan tinggi, terutama di sektor pertambangan.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power Komang Parmita menyatakan, pengoperasian unit ini merupakan upaya memastikan energi hadir di lokasi yang tepat dengan biaya yang lebih efisien.

Baca juga : Hasil Revitalisasi dan USB Sekolah Diresmikan, PP Persis Apresiasi Prabowo

“Ceremony COD PLTG Kolaka ini bukan hanya penanda beroperasinya sebuah unit pembangkit. Ini adalah penegasan bahwa listrik adalah fondasi keadilan sosial, penggerak pertumbuhan ekonomi, dan prasyarat kesejahteraan rakyat. Relokasi PLTG Maleo Unit 3 hingga beroperasi sebagai PLTG Kolaka merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power untuk memastikan energi hadir di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan biaya yang semakin efisien dan terjangkau,” ujar Komang.

Ia menambahkan, karakteristik PLTG Kolaka memberikan nilai tambah pada stabilitas sistem kelistrikan daerah.

Selain mendukung layanan publik dan UMKM, keandalan pasokan listrik ini menjadi kunci daya saing industri di Sulawesi Tenggara.

“Kami tidak hanya mengelola pembangkit, tetapi menjaga denyut kehidupan ekonomi dan sosial. Listrik yang andal dan terjangkau memungkinkan industri tumbuh, UMKM berkembang, layanan publik berjalan optimal, dan masyarakat memiliki kesempatan setara untuk maju,” tambahnya.

Responsif terhadap Beban Industri

Secara teknis, PLTG Kolaka telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) sejak 17 Desember 2025.

Baca juga : Dukung Layanan Kesehatan, PGN Perkuat Pasokan Gas Ke RSUP Sardjito

Proyek pengerjaan, mulai dari pembongkaran di lokasi asal hingga sinkronisasi sistem di Kolaka, dilakukan oleh anak usaha PLN NP, yakni PLN Nusantara Power Services (PLN NPS).

EVP Perencanaan Strategis PT PLN (Persero) Parulian Noviandri menekankan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam hilirisasi mineral.

Karakteristik pembangkit gas turbin yang fleksibel dianggap sangat cocok untuk menghadapi fluktuasi beban listrik dari industri smelter.

COD PLTG Kolaka bukan sekadar dimulainya operasi sebuah pembangkit, tetapi mencerminkan kehadiran nyata PLN Group dalam memastikan ketersediaan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan pertumbuhan kebutuhan listrik di Sulawesi Tenggara,” jelas Parulian.

Menurut dia, gas turbin seperti PLTG Kolaka dirancang responsif. “Karakter beban industri smelter yang fluktuatif membutuhkan pembangkit yang mampu menyesuaikan perubahan demand secara cepat. Inilah peran strategis PLTG Kolaka dalam sistem,” katanya.

Baca juga : Guru Besar Trisakti: Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perkuat Kebijakan Lingkungan

Parulian meyakini bahwa ketersediaan infrastruktur kelistrikan yang mumpuni akan memperbaiki iklim investasi di daerah.

“Momentum COD ini juga menjadi momentum strategis bagi pembangunan daerah. Listrik yang cukup dan andal adalah prasyarat tumbuhnya investasi. Dengan beroperasinya PLTG Kolaka, iklim usaha di Sulawesi Tenggara semakin kondusif dan peluang ekonomi semakin terbuka,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.