BREAKING NEWS
 

Kinerja 2025 Stabil Dan Solid

Tumbuh Double Digit, BTN Raup Laba Bersih Rp 3,5 T

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Kamis, 12 Februari 2026 06:35 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo (kanan) dan Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo saat memaparkan kinerja BTN 2025 di Menara 1 BTN, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Dok. BTN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN stabil dan solid sepanjang 2025. Hal itu tercermin dari laba bersih yang berhasil dikantongi bank pelat merah tersebut tumbuh double digit.

BTN meraih laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) di sepanjang 2025 dibandingkan periode tahun lalu sebesar Rp 3 triliun. 

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bunga yang naik 23,0 persen yoy menjadi Rp 36,3 triliun hingga akhir 2025 dibandingkan 2024 sebesar Rp 29,6 triliun. 

“Capaian ini membuktikan BTN mampu menjaga pertumbuhan yang stabil dan solid, dengan indikator keuangan yang sehat di tengah berbagai tantangan dan dinamika makroekonomi,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers Paparan Kinerja Tahun 2025 di Jakarta, Senin (9/2/2026). 

Memasuki usianya yang ke76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN mengumumkan sepanjang 2025, perseroan mampu membukukan total aset konsolidasian sebesar Rp 527,8 triliun, atau tumbuh sebesar 12,4 persen yoy. 

Baca juga : Satgas Saber Awasi Harga Pangan Di Seluruh Daerah

Capaian aset tersebut adalah hasil kiprah BTN selama 76 tahun yang telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah. Termasuk kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sektor informal, dengan pangsa pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 39 persen secara nasional. 

“Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat, serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin,” tegasnya. 

Nixon menyebut, emiten bersandi saham BBTN ini berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit, dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat. Serta upaya yang konsisten dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah. 

“Hal ini berbuah peningkatan Net Interest Margin (NIM) menjadi 4,2 persen pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9 persen,” tuturnya. 

BTN juga berhasil membukukan pertumbuhan double digit pada penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9 persen yoy menjadi Rp 400,6 triliun, dari Rp 358,9 triliun pada 2024. 

Baca juga : Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali

Nixon bilang, mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp 328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 305,6 triliun. 

Di kredit perumahan, BTN membukukan pertumbuhan KPR Subsidi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp 191,2 triliun pada akhir 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp173,8 triliun. 

Sedangkan KPR Non-Subsidi BTN meningkat 6,7 persen yoy menjadi Rp 113 triliun hingga akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 106,0 triliun. 

Ekspansi kredit BTN di sektor perumahan pada 2025 salah satunya ditopang oleh keterlibatan perseroan dalam program baru Pemerintah. Yakni, Kredit Program Perumahan (KPP) yang diluncurkan pada Oktober 2025. 

Nixon mengatakan, BTN menjadi bank penyalur terbesar untuk KPP, dengan total penyaluran mencapai Rp 2,6 triliun hingga akhir 2025. Angka tersebut setara dengan hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional. 

Baca juga : Arsenal Pantang Terpeleset

Menurutnya, KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN, serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 

Adsense

“Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah, sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” kata Nixon. 

Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat turut memicu perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasian yang tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp 437,4 triliun pada akhir 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 381,7 triliun. 

Selanjutnya, peningkatan di beban bunga sangat minim, yaitu 0,4 persen yoy menjadi Rp 17,9 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp 17,9 triliun. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense