RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Deputy Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan bank sentral akan tetap hadir di pasar guna meredam dampak meluasnya konflik global terhadap pergerakan rupiah.
Baca juga : Rupiah Melemah Ke Rp 16.848, Dipengaruhi Sentimen The Fed
“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah,” ujar Destry dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
BI menegaskan intervensi dilakukan secara tegas dan konsisten melalui berbagai instrumen, yakni transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Baca juga : Kamis Pagi, Rupiah Melemah Ke Rp 16.922 Per Dolar AS
Menurut BI, pelemahan rupiah masih sejalan (aligned) dengan pergerakan mata uang regional. Secara month to date (MTD), rupiah tercatat melemah 0,51 persen, yang dinilai relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang di kawasan.
Dari sisi fundamental, cadangan devisa Indonesia tetap terjaga pada level 154,6 miliar dolar AS pada akhir Januari 2026. Sementara itu, arus masuk modal asing (capital inflow) di pasar keuangan domestik sepanjang 2026 tercatat mencapai Rp 25,7 triliun.
Baca juga : Kemenhaj Siapkan One Stop Services Umrah di Asrama Haji
BI menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional di tengah dinamika global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.