Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan pekan ini. Rupiah turun 0,10 persen ke level Rp 16.904 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi pekan lalu di Rp 16.887 per dolar AS, Senin (19/1/2026).
Pada saat yang sama, pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,51 persen, yen Jepang naik 0,24 persen, dolar Singapura menguat 0,18 persen, yuan China naik 0,08 persen, dolar Taiwan menguat 0,08 persen, ringgit Malaysia naik 0,03 persen, sementara won Korea Selatan melemah 0,05 persen.
Baca juga : Rupiah Naik Tipis, Dibuka Di Level Rp 16.862 per Dolar AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya tercatat melemah 0,25 persen ke level 98,95. Sementara itu, rupiah tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, yakni terhadap poundsterling Inggris naik 0,25 persen ke level Rp22.637, terhadap euro menguat 0,30 persen ke level Rp 19.644, serta terhadap dolar Australia naik 0,20 persenke level Rp11.301.
Analis pasar uang Lukman Leong menilai pergerakan rupiah masih memiliki peluang untuk menguat, meski ruang penguatannya dinilai terbatas di tengah dinamika sentimen global.
Baca juga : Rupiah Dekati Rp 17.000, BI Pastikan Tetap Stabil
“Rupiah diperkirakan akan bergejolak terhadap dolar AS dengan potensi penguatan yang terbatas,” kata Lukman di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, dolar AS berpotensi melanjutkan pelemahan seiring sikap investor yang tengah menghitung dampak potensi kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap negara-negara yang menentang keinginan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland.
Baca juga : Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 16.870 Per Dolar AS
“Dolar AS melemah pagi ini, dengan investor menghitung dampak dari potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menentang keinginan untuk menguasai Greenland,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 16.850 hingga Rp 16.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya