Dark/Light Mode

Kemenhaj Siapkan One Stop Services Umrah di Asrama Haji

Jumat, 13 Februari 2026 17:45 WIB
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf. [Foto: Ist]
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf. [Foto: Ist]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi asrama haji menjadi pusat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan dukungan lahan luas dan fasilitas yang memadai, asrama haji diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi tempat penginapan, melainkan berkembang sebagai pusat layanan terpadu (One Stop Services) bagi jemaah umrah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Garuda Indonesia. Sinergi tersebut difokuskan untuk menghadirkan kemudahan dan kenyamanan ekstra bagi jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Melalui konsep One Stop Services, jemaah umrah maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan layanan Garuda Indonesia dapat memilih untuk berangkat langsung dari asrama haji. Jika memilih skema ini, jemaah akan memperoleh sejumlah fasilitas, antara lain:

Baca juga : Kemenhaj Perketat Pengawasan Umrah, Negara Lindungi Jemaah

1. Bimbingan Manasik: Pemantapan kesiapan ibadah sebelum keberangkatan.

2. City Check-in: Pengurusan bagasi dan penerbitan boarding pass langsung di asrama haji.

3. Layanan Imigrasi: Pemeriksaan dan penyelesaian dokumen paspor di lokasi.

Baca juga : Wamenkop Tinjau Pembangunan Gerai Fisik Kopdes Merah Putih di Serdang Bedagai

4. Transportasi Langsung ke Apron: Jemaah diantar dengan bus khusus menuju pintu pesawat di bandara tanpa perlu mengantre di terminal keberangkatan umum.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk mengurangi kepadatan serta memangkas waktu tunggu di bandara. Namun demikian, ia menekankan bahwa fasilitas tersebut bersifat opsional.

“Pemerintah menghadirkan fasilitas ini semata-mata untuk meningkatkan kenyamanan jemaah. Perlu ditegaskan bahwa One Stop Services merupakan pilihan, bukan kewajiban bagi jemaah umrah,” ujar Maria Assegaf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca juga : Kemenhaj Matangkan Layanan Wukuf Lewat Simulasi Arafah

Saat ini, konsep tersebut memasuki tahap finalisasi. Sebagai langkah awal, pemerintah akan menetapkan satu asrama haji sebagai lokasi percontohan (pilot project) sebelum diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah.

Meski kerja sama saat ini baru terjalin dengan Garuda Indonesia, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan maskapai lain di masa mendatang guna memperluas jangkauan layanan.

Maria menambahkan, asrama haji memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi fasilitas yang lebih produktif dan bernilai tambah. “Kami memulai dari ekosistem umrah agar perjalanan ibadah masyarakat semakin khusyuk, nyaman, dan efisien,” pungkasnya. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.