BREAKING NEWS
 

Indonesia Gandeng AS dan Jepang Garap Nuklir, Target Operasi 2032

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 4 Maret 2026 22:27 WIB
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana. (Dok. Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia mempertegas langkah transisi energi melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) nasional.

Kolaborasi trilateral bersama Amerika Serikat dan Jepang resmi dijalin untuk memperkuat fondasi teknologi Small Modular Reactor (SMR), mulai dari aspek regulasi hingga kesiapan sumber daya manusia.

Langkah strategis ini ditandai dengan penyelenggaraan Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology (FIRST) Workshop di Jakarta.

Forum ini menjadi wadah penguatan ekosistem industri nuklir sipil yang aman dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana, mewakili Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan bahwa DEN memperkuat kerja sama internasional dengan Amerika Serikat dan Jepang dalam pengembangan kapasitas SDM dan tata kelola nuklir berstandar global.

Baca juga : Vega Hotel Gading Serpong Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Hal ini mencakup penguatan desain dan kerangka regulasi SMR, peningkatan kompetensi manufaktur berteknologi tinggi, serta penerapan protokol keselamatan dan keamanan nuklir yang ketat.

Dadan menyatakan, setiap tahapan pengembangan PLTN akan dilaksanakan dengan prinsip keselamatan tertinggi dan tata kelola transparan.

"Nuklir menawarkan solusi energi yang stabil, rendah emisi, dan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan kemajuan teknologi seperti SMR, pengembangan nuklir kini semakin adaptif dan relevan bagi negara berkembang," ujar Dadan.

Target 2032

Adsense

Pengembangan nuklir kini telah masuk dalam peta jalan energi nasional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), nuklir menjadi bagian strategi menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, Indonesia menargetkan PLTN pertama dapat beroperasi secara komersial pada 2032 dengan kapasitas awal 250 Megawatt (MW).

Baca juga : Indonesia Matangkan Persiapan Jelang All England 2026

Pada 2060, kontribusi nuklir diproyeksikan mencapai 11,7-12,1 persen dari bauran energi primer nasional dengan kapasitas terpasang 35-42 Gigawatt (GW).

Dadan mengungkapkan bahwa lima konsumen energi terbesar di kawasan Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, yang menyumbang hampir 89 persen permintaan energi regional, tengah aktif mengeksplorasi opsi nuklir serta memperkuat kolaborasi melalui Jaringan Sub-Sektor Kerja Sama Energi Nuklir (NEC-SSN).

Mitra Strategis

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat Peter M. Haymond menyampaikan bahwa bersama Jepang, Amerika Serikat merasa terhormat menjadi mitra tepercaya Indonesia yang telah lama menjalin kerja sama dalam mengembangkan energi nuklir yang aman dan bertanggung jawab.

"Teknologi Amerika Serikat mendukung upaya Indonesia untuk membangun masa depan energi yang aman dan tangguh," katanya.

Senada dengan itu, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang Mitsuru Myochin menyatakan komitmennya melalui kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Baca juga : Indonesia Dinilai Mampu Bangun PLTN Setara Negara Maju

Jepang siap memberikan dukungan teknis bagi regulator dan industri serta pengembangan SDM.

"Jepang berkomitmen mendukung transisi energi di Indonesia. Dengan berbekal pengalaman panjang untuk meningkatkan standar keselamatan dan transparansi, Jepang menyatakan kesiapannya untuk berdiri berdampingan dengan Indonesia sebagai mitra strategis, baik dalam bentuk kerjasama teknis antara pengambil kebijakan, regulator, dan industri, serta pengembangan sumber daya manusia guna mengakselerasi pencapaian target energi jangka panjang Indonesia," tutur Myochin.

Workshop ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Institut Teknologi PLN, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), hingga lembaga internasional seperti U.S. Department of State’s FIRST Program dan JAIF International Cooperation Center (JICC).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense