Dark/Light Mode

Cari 20 Korban Longsor Bandung Barat, Tim SAR Putuskan Perpanjang Operasi

Sabtu, 31 Januari 2026 07:15 WIB
Cari 20 Korban Longsor Bandung Barat, Tim SAR Putuskan Perpanjang Operasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim SAR Gabungan memutuskan untuk terus melanjutkan operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Keputusan ini diambil usai evaluasi tujuh hari masa kerja sejak bencana terjadi pada Sabtu (24/1/2026).

Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii berharap seluruh korban dapat ditemukan sebelum masa status darurat bencana berakhir.

Sebagai informasi, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail telah menetapkan status darurat selama 14 hari terhitung sejak hari pertama kejadian.

Baca juga : Dapat Bantuan Rp 10 Juta, Pengungsi Longsor Bandung Barat Mulai Kontrak Rumah

Hingga hari ketujuh, tim di lapangan kembali menemukan lima kantong jenazah.

Secara akumulatif, total 60 kantong jenazah telah dievakuasi dan diserahkan ke tim DVI Polda Jabar untuk proses identifikasi.

Sejauh ini, sebanyak 44 jiwa telah teridentifikasi. "Jumlah korban yang masih dicari 20 jiwa," ucap Syafii di Desa Pasirlangu, Jumat (30/1/2026).

Kendala Medan dan Cuaca

Operasi besar-besaran ini melibatkan lebih dari 3.000 personel gabungan dengan dukungan teknologi mumpuni, mulai dari lima unit helikopter, 17 alat berat, hingga 22 unit drone.

Baca juga : BNPB: Tim SAR Evakuasi 53 Kantong Jenazah, 35 Korban Telah Teridentifikasi

Meski tim bekerja 24 jam, proses penggalian di lokasi dihentikan pada malam hari demi keamanan personel.

Syafii membeberkan bahwa tim SAR menghadapi tantangan alam yang cukup berat di lokasi kejadian.

"Tantangannya ketebalan longsor di titik tertentu lebih dari 10 meter, curah hujan tinggi sehingga alat berat hanya bisa dioperasikan di tepian sektor," kata Syafii.

Rencana Relokasi Warga

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai mengambil langkah terkait nasib hunian warga. Berdasarkan hasil pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) dari Badan Geologi, warga yang berada di zona kuning telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Baca juga : BNPB: 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Sudah Teridentifikasi

Namun, bagi warga yang rumahnya berada di zona merah atau rawan gerakan tanah, pemerintah memastikan akan melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.

"Pemerintah daerah akan cari lahan untuk relokasi berdasarkan hasil pemetaan dari Badan Geologi bahwa lahan tersebut aman untuk dihuni," ujar Jeje.

Jeje turut mengimbau masyarakat KBB untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Ia meminta warga segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.