BREAKING NEWS
 

Usaha Bulion Berkembang Pesat, OJK Luncurkan Roadmap

BSI & Pegadaian Kelola Emas Capai 153,05 Ton

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 9 Maret 2026 06:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat acara Satu Tahun Implementasi Kegiatan Usaha Bullion di Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Foto: Dok. OJK)

 Sebelumnya 
Roadmap ini terdiri dari dua bagian yang saling melengkapi, yaitu Roadmap Ekosistem Bulion dari Hulu sampai Hilir dan Roadmap Kegiatan Usaha Bulion di Industri Jasa Keuangan. 

“Roadmap tersebut merupakan living document, sehingga bersifat adaptif dan dapat disesuaikan seiring dinamika perkembangan ekonomi dan ekosistem bulion ke depan,” jelas Dian. 

Di kesempatan yang sama, Airlangga menyampaikan, perkembangan harga emas global menunjukkan potensi besar sektor ini sebagai instrumen investasi, sekaligus penguatan ekosistem bulion nasional. 

“Sektor emas merupakan salah satu komoditas yang memiliki rantai nilai yang lengkap, mulai dari kegiatan pertambangan hingga berbagai produk jasa keuangan,” tutur Airlangga. 

Baca juga : Transaksi BINA Lebaran Ditargetkan Rp 53 Triliun

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menambahkan, total emas kelolaan perseroan mencapai 22,5 ton. Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia. 

Menurut Anggoro, layanan bulion tidak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, namun juga memperluas inklusi kepemilikan logam mulia di masyarakat. 

Sebab, emas memiliki karakteristik yang inklusif, mudah diakses secara digital, serta sesuai prinsip syariah membuat emas semakin terjangkau bagi berbagai segmen nasabah. 

“Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta nasabah menjadi lebih dari 23 juta, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021,” jelas Eko kepada Rakyat Merdeka, Minggu (7/3/2026). 

Baca juga : Ngeri, Kode QR Judol Marak Di Ruang Publik

Bank bulion juga menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru bagi BSI. Jumlah nasabah bulion meningkat lebih dari 400 persen. 

Anggoro menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah, atas dukungan dalam membangun industri bullion bank di Indonesia. Bank Bulion menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. 

“Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujarnya. 

Menurut Anggoro, BSI mendapat kehormatan menjadi salah satu bank pertama yang menjalankan layanan bank emas di Indonesia. 

Baca juga : Bocil Bawa Arsenal Lolos Piala FA

“Dengan adanya layanan bullion, BSI kini memiliki ekosistem emas yang terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold,” jelasnya. 

Anggoro menegaskan, seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah. 

“Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” katanya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense