Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Airlangga Berharap Konsumsi Dalam Negeri Naik
Transaksi BINA Lebaran Ditargetkan Rp 53 Triliun
Senin, 9 Maret 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong konsumsi domestik meningkat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, terutama pada awal tahun. Ramadan dan Idul Fitri menjadi periode penting yang mampu mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 menjadi salah satu langkah Pemerintah untuk meningkatkan aktivitas belanja masyarakat. Tahun ini, nilai transaksi program tersebut ditargetkan meningkat signifikan.
“Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp 53 triliun. Ini naik 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap, ini akan meningkatkan konsumsi dalam negeri,” kata Airlangga dikutip di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Program BINA Lebaran 2026 akan berlangsung selama 25 hari, yakni 6-30 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 380 perusahaan, 800 merek, serta lebih dari 80.000 gerai ritel di berbagai wilayah Indonesia.
Sekitar 400 pusat perbelanjaan juga turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai promosi dan potongan harga bagi masyarakat.
Menurut Airlangga, program tersebut bagian dari strategi Pemerintah memperkuat pasar domestik, sekaligus menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai promosi dan stimulus belanja diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Baca juga : Ngeri, Kode QR Judol Marak Di Ruang Publik
Untuk memperkuat konsumsi pada triwulan pertama 2026, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi tambahan. Salah satunya bantuan pangan kepada sekitar 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai Rp 11,92 triliun.
Selain itu, Pemerintah memberikan diskon tarif transportasi selama periode mudik Lebaran, serta mendorong penerapan Work From Anywhere (WFA).
Kebijakan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Momentum konsumsi juga diperkuat melalui penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja. Sementara, perusahaan penyedia layanan transportasi daring menyiapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra pengemudi dengan total nilai sekitar Rp 220 miliar.
Airlangga berharap, berbagai stimulus tersebut dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada awal tahun.
“Kuartal pertama ini kami harus dongkrak dan harapannya lebih tinggi dari tahun lalu,” imbuhnya.
Baca juga : Bocil Bawa Arsenal Lolos Piala FA
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 mencapai sekitar 5,5 persen. Didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat dan aktivitas penjualan di sektor ritel.
Selain itu, Airlangga juga menekankan pentingnya menjaga daya saing industri domestik di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Produksi dalam negeri juga harus dilindungi karena semua negara mencari market yang besar. Indonesia dengan 287 juta penduduk, merupakan market terbesar di ASEAN,” jelasnya.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, program belanja nasional seperti BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari upaya bersama mendorong masyarakat berbelanja di dalam negeri. Termasuk untuk memperkuat perputaran ekonomi nasional.
Menurut dia, momentum Ramadan dan Lebaran menjadi periode paling penting bagi industri ritel nasional, sekaligus penggerak utama konsumsi domestik.
Kendati begitu, sejumlah barang impor masih mengalami keterlambatan pasokan menjelang Lebaran.
Baca juga : Russell Juara GP Australia, Kecepatan Tak Lazim Mercedes Jadi Sorotan
“Kami menghadapi masalah untuk barang impor. Mungkin kita bisa koordinasi bahwa barang di mal, barangnya yang impor agak telat, sehingga agak terganggu untuk penjualannya,” ungkap Budihardjo.
Dia menambahkan, momentum liburan besar seperti Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Tahun Baru Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri yang berdekatan pada awal tahun, turut mempengaruhi dinamika pasokan barang.
Budihardjo juga mendorong penguatan koordinasi antar kementerian dan lembaga. Termasuk dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menambahkan, program BINA Lebaran menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan sektor perdagangan domestik melalui kolaborasi berbagai pelaku usaha.
“Program ini merupakan kolaborasi yang baik antara ritel modern dengan pusat perbelanjaan, serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menyediakan berbagai produk bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran,” ujarnya. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 9 Maret 2026 dengan judul "Airlangga Berharap Konsumsi Dalam Negeri Naik Transaksi BINA Lebaran Ditargetkan Rp 53 Triliun"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya