BREAKING NEWS
 

UMK Daerah Tambang Manfaatkan Lebaran, Produk Lokal Naik Kelas

Reporter & Editor :
FAZRY
Selasa, 10 Maret 2026 09:33 WIB
Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan saat melihat langsung tas etnik produk UMKM Binaan PT Bukit Asam yang dipajang di pameran. (Foto: MIND ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ramadan hingga Lebaran selalu membawa harapan bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK). Permintaan pasar meningkat, pesanan berdatangan, dan dapur-dapur produksi di berbagai daerah mulai sibuk.

Di wilayah sekitar tambang, momentum ini juga terasa. Produk dengan cita rasa dan kearifan lokal kembali dicari, membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar dan naik kelas.

Bagi sebagian UMK, Lebaran bukan sekadar musim penjualan. Ia menjadi titik penting dalam perjalanan panjang membangun usaha dari skala rumahan hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Hera (53), pelaku UMK asal Bangka Belitung, merasakan betul perubahan itu. Pemilik merek Mirrando ini memproduksi sirup dan jelly candy berbahan jeruk kunci, buah khas yang banyak tumbuh di sekitar tempat tinggalnya. Usahanya bermula dari dapur rumah.

Dari percobaan sederhana mengolah jeruk kunci, Hera menciptakan rasa asam segar yang kini menjadi ciri khas produknya. Namun perjalanan usahanya tidak selalu mulus.

Modal terbatas, pemasaran yang minim, hingga keterbatasan akses pasar sempat menjadi hambatan. Perubahan mulai terasa setelah Hera menjadi mitra binaan PT Timah (Persero) Tbk.

Melalui program pembinaan, ia memperoleh akses permodalan bergulir, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti pameran.

Baca juga : Kepala Daerah Diingatkan Siaga, Tidak Keluar Negeri

Kini usaha Hera berkembang pesat. Produksinya meningkat dan ia mampu mempekerjakan lebih dari belasan orang yang terlibat dalam proses produksi, pengemasan, hingga distribusi.

“Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Optimisme serupa juga dirasakan Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft yang menjadi mitra binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Ia mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik dengan desain bernilai seni.

Di awal usaha, Rosi mengaku menghadapi berbagai keterbatasan. Desain produk belum matang dan jaringan pemasaran yang masih terbatas.

Pendampingan dari PT Bukit Asam membawa perubahan. FnR Craft mendapatkan dukungan mulai dari kurasi desain, peningkatan kualitas produk, hingga promosi dalam berbagai pameran.

Adsense

Perlahan, tas etnik buatannya mulai dikenal lebih luas. Bahkan kini produknya telah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Baca juga : BGN Peringatkan Mitra: Program MBG Bukan Ladang Bisnis!

“Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” kata Rosi.

Bagi Grup MIND ID, perjalanan Hera dan Rosi mencerminkan bagaimana ekosistem ekonomi masyarakat dapat tumbuh di wilayah tambang.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menegaskan bahwa pembinaan UMK merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah.

MIND ID menargetkan, agar mitra binaan dapat terus berkembang dan naik kelas setiap tahun, baik dari sisi kapasitas usaha maupun peningkatan omzet.

“Kami ingin memastikan para mitra binaan tidak hanya menjalankan usaha, tetapi membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global. Di situlah pemberdayaan ekonomi lokal tidak sekadar program sosial, melainkan strategi memperdalam struktur ekonomi nasional," ujar Dany.

Melalui berbagai program pembinaan, Grup MIND ID memberikan dukungan mulai dari akses permodalan, mentoring bisnis, kurasi kemasan dan desain, peningkatan standar mutu, hingga penguatan strategi pemasaran digital.

Akses pasar juga dibuka melalui berbagai pameran, kanal pemasaran business-to-business (B2B), serta gerai kurasi produk.

Baca juga : Penumpang Bandara Dilarang Pakai Piyama

Pada momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini, dukungan tersebut semakin terasa. Sebanyak 31 UMK binaan Grup MIND ID ikut ambil bagian dalam Bazar UMKM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang berlangsung pada 9–11 Maret 2026.

Beragam produk ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari panganan khas daerah, kriya dan wastra, produk herbal, hingga cendera mata lokal.

Bagi Hera dan Rosi, ajang tersebut menjadi kesempatan memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada lebih banyak pelanggan.

“Kami belajar mengelola pesanan Lebaran dengan lebih rapi. Bangga rasanya ketika produk daerah kami menjadi buah tangan. Tas etnik ini bukan hanya cantik, tapi juga membawa cerita tentang Sumatra Selatan,” ujar Rosi.

Bagi MIND ID, geliat UMK di wilayah tambang saat Lebaran menunjukkan bahwa ketika kapasitas pelaku usaha diperkuat dan akses pasar dibuka, nilai tambah tidak hanya berhenti di sektor industri, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat. 

Mulai dari dapur keluarga hingga menjadi buah tangan yang membawa kearifan lokal, kebanggaan Nusantara, dan harum di kandang global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense