Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dewan Komisaris Pertamina Pastikan Keandalan Produksi Gas di Blok Cepu
Senin, 2 Maret 2026 13:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan kerja atau Management Walkthrough (MWT) ke Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026).
Langkah ini bertujuan memastikan disiplin operasional dan keandalan produksi gas guna menjaga ketahanan energi nasional.
Rombongan meninjau dua titik strategis, yakni Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, serta Lapangan Minyak Banyu Urip di bawah operasional ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Kedua lapangan ini merupakan pilar pemenuhan energi, khususnya bagi sektor industri, kelistrikan, dan pupuk di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Baca juga : Pertamina Hulu Mahakam Tambah Dua Sumur Gas Baru di Proyek Sisi Nubi
Komisaris Independen Pertamina Chondro Kirono mengapresiasi kinerja Lapangan JTB yang telah memasuki tahun ketiga operasi penuh.
Saat ini, JTB mampu memasok gas hingga 192 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) pasca-pemeliharaan fasilitas (planned shutdown).
“Kami sangat bangga melihat Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru telah berkontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional. Produksi ini mendukung kebutuhan listrik, industri, dan pupuk di Jawa, sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi,” ujar Chondro Kirono di Bojonegoro.
Disiplin Tata Kelola
Chondro menekankan bahwa kunjungan manajemen ini penting untuk memverifikasi penerapan tata kelola yang disiplin serta standar tinggi pada aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE).
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Jalankan TJSL Pulihkan Lahan Bekas Tambang di Palembang
“Management Walkthrough ini adalah upaya kami memastikan setiap entitas Pertamina beroperasi dengan standar terbaik. Kami mengharapkan jika ada kebutuhan dukungan dari Holding, jangan ragu untuk menyampaikannya. Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal pasokan energi bagi Republik Indonesia,” tambahnya.
Direktur Utama PEPC Ruby Mulyawan menyambut baik dukungan dari jajaran manajemen induk usaha.
Ia menjelaskan, perusahaan tengah mematangkan strategi untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di Blok Cepu.
“Kami tengah menyiapkan strategi untuk kemajuan JTB, memaksimalkan potensi sumber daya di Blok Cepu demi mendukung ketahanan energi jangka panjang Indonesia,” jelas Ruby Mulyawan.
Capaian Keselamatan Kerja
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Gelar Promo Bright Gas hingga Cashback MyPertamina
Dalam operasionalnya, PEPC Zona 12 mencatatkan rekor keselamatan kerja lebih dari 70 juta jam tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja (lost time incident).
Sebagai salah satu fasilitas gas darat (onshore) terbesar di Indonesia, satu sumur di JTB mampu menghasilkan sekitar 60 MMSCFD.
Operasi di lapangan ini juga mengedepankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) dengan menerapkan sistem tanpa limbah (zero waste).
Melalui integrasi standar HSSE dan ESG yang ketat, Pertamina berharap dapat terus memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan di tengah dinamika industri hulu migas global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya