BREAKING NEWS
 

IHSG & Rupiah Menghijau, Purbaya: Ekonomi Terus Ekspansi

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 11 Maret 2026 08:42 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Qori/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak menghijau, Selasa (10/3/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, ekonomi Indonesia memang baik-baik saja. Bahkan terus ekspansi. 

Usai menyentuh level Rp 17.000 ribu per dolar AS pada Senin (9/3/2026), rupiah sukses menguat. Di pasar spot, Selasa (10/3/2026), rupiah ditutup di level 16.863 per dolar AS.

Begitu juga IHSG, yang menguat tajam pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Indeks acuan pasar modal Indonesia itu ditutup di level 7.440,91, naik 103,54 poin atau 1,411 persen, setelah sepanjang hari bergerak di zona hijau.

Purbaya menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat. Ekonomi domestik pun terus menunjukkan tren positif dan belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan. "Ekonomi sedang ekspansi," ucapnya, di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Bendahara negara ini memastikan, akan terus menjaga daya beli masyarakat agar ekonomi tetap berjalan baik. Untuk memastikan hal ini, Purbaya bahkan menyebut akan kerja mati-matian.

Ia pun menepis anggapan sebagian pihak bahwa Indonesia menuju krisis. "Boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan," tegasnya.

Baca juga : Ramadan, KPK Panen Tangkapan

Purbaya meminta agar investor di pasar saham tidak perlu khawatir, sebab fondasi ekonomi domestik akan terus dijaga. Indonesia pernah mengalami krisis pada 1998 dan 2008-2009, yang bisa diatasi melalui kebijakan yang sesuai untuk memitigasi risiko.

"Jadi, untuk investor di pasar saham, nggak usah takut. Fondasi kita jaga betul. Kita sudah tahu krisis 98 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh. Kita tumbuh bagus kan," urainya.

Dengan rekam jejak positif itu, ia kembali meminta agar pelaku ekonomi tidak perlu khawatir. "Jadi teman-teman nggak usah takut. Kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi," tegasnya.

Kepercayaan Publik Terjaga

Pernyataan Purbaya ini sejalan dengan kondisi Konsumen. Berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI), diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional pada Februari 2026 masih berada dalam kategori sangat kuat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bertahan di level optimis pada angka 125,2.

Angka ini menunjukkan bahwa di tengah berbagai dinamika global, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga. "Ketangguhan keyakinan masyarakat pada bulan kedua tahun ini didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini atau IKE yang terus menunjukkan tren perbaikan," terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa (10/3/2026).

Adsense

BI mencatat, IKE Februari 2026 berada pada posisi 115,9, atau meningkat dibandingkan dengan pencapaian pada Januari 2026 yang sebesar 115,1. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa konsumen merasa kondisi ekonomi riil, termasuk ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan saat ini, sedang mengalami peningkatan.

Baca juga : Teleponan 1 Jam, Putin Desak Trump Akhiri Perang Iran

Indeks Ekspektasi Konsumen atau IEK juga masih berada di zona optimis, dengan angka 134,4. Meskipun angka ini sedikit melandai jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 138,8, masyarakat secara umum tetap memiliki harapan positif terhadap prospek ekonomi di masa depan.

Ramdan menyatakan, hasil survei ini mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. "Secara keseluruhan, stabilitas tingkat optimisme ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan konsumsi rumah tangga yang merupakan motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menilai, optimisme konsumen Indonesia masih terjaga karena sebagian besar masyarakat melihat kondisi ekonomi dari situasi domestik sehari-hari, bukan dari dinamika geopolitik global seperti perang.

"Selama harga kebutuhan pokok relatif terkendali, aktivitas ekonomi berjalan, dan lapangan kerja masih tersedia, maka persepsi optimisme akan tetap terjaga," kata Ronny.

Selain itu, struktur ekonomi Indonesia yang ditopang oleh konsumsi domestik juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sentimen ekonomi. Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga sebesar 53–55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), perekonomian nasional dinilai relatif lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi global.

“Selama daya beli masyarakat belum terpukul terlalu dalam, sentimen konsumen biasanya tetap positif,” imbuh Ronny.

Baca juga : Sambut Lebaran, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan BBM

Di sisi lain, ia menilai Indonesia memiliki beberapa keunggulan struktural dibandingkan banyak negara lain dalam menghadapi ketidakpastian global. Salah satunya adalah besarnya pasar domestik dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta orang.

"Banyak negara yang ekonominya sangat bergantung pada ekspor justru sangat terpukul ketika ekonomi global melambat. Sedangkan Indonesia masih memiliki buffer konsumsi domestik yang relatif kuat," terang Ronny.

Selain itu, kondisi sektor keuangan Indonesia juga cukup stabil dalam menghadapi guncangan global. Ronny menyebut, sistem perbankan nasional memiliki rasio permodalan yang relatif kuat sehingga tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal.

Di samping itu, Indonesia juga masih memiliki basis komoditas strategis yang menjadi penopang neraca perdagangan. Komoditas seperti nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit (CPO) dalam beberapa tahun terakhir berperan penting dalam menjaga surplus perdagangan Indonesia.

"Kondisi-kondisi ini memberi ruang bernapas bagi ekonomi nasional ketika terjadi tekanan global," kata Ronny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense