RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan negara mencapai Rp 358 triliun hingga akhir Februari 2026 atau tumbuh 12,8 persen dibandingkan Rp 317,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pertumbuhan penerimaan negara tersebut terutama didorong oleh kinerja penerimaan pajak yang tetap solid.
“Di dalamnya penerimaan pajak mencapai Rp 245,1 triliun dengan pertumbuhan yang sangat kuat yaitu 30,4 persen secara keseluruhan,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Purbaya menjelaskan penerimaan pajak yang kuat menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih berjalan dengan baik di tengah dinamika global.
Baca juga : 27 Perusahaan Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak pada Februari melanjutkan tren positif yang telah terlihat sejak Januari 2026.
Pada Januari lalu, penerimaan pajak juga tercatat tumbuh sebesar 30,7 persen secara tahunan.
Jika dirinci lebih lanjut, pertumbuhan paling signifikan terjadi pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang meningkat 97,2 persen secara tahunan.
Hingga akhir Februari 2026, kedua jenis pajak tersebut menyumbang Rp85,9 triliun atau sekitar 35,05 persen dari total penerimaan pajak.
Baca juga : Penerima PKH Jadi Anggota, Kopdes di Pasuruan Tumbuh Pesat
Menurut Suahasil, PPN dan PPnBM merupakan jenis pajak yang timbul dari aktivitas transaksi di sektor formal sehingga peningkatannya mencerminkan tingginya aktivitas konsumsi dan transaksi ekonomi domestik.
“Kalau ada transaksi dan PPN dibayar, ini menunjukkan bahwa di perekonomian kita transaksi sekarang jalan terus. Artinya kegiatan ekonomi itu berjalan terus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suahasil mengatakan kinerja penerimaan negara yang kuat pada awal tahun juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja negara.
Hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp493,8 triliun atau meningkat 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga : Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp 8,9 Triliun Per Februari 2026
Ia menjelaskan percepatan belanja tersebut memang dilakukan pemerintah untuk meratakan pola belanja sepanjang tahun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.
“Ini memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I nanti dapat terbantu dan terdorong lebih kuat dengan belanja negara yang lebih cepat,” kata Suahasil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.