RM.id Rakyat Merdeka - Momentum Hari Raya Idul Fitri diyakini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada awal 2026. Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mengakselerasi konsumsi domestik.
Upaya tersebut dilakukan melalui stabilitas harga bahan pokok, kelancaran distribusi logistik, serta program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang ditargetkan menghasilkan transaksi hingga Rp 53 triliun.
Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan jajaran menterinya menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang Idul Fitri. Dia juga memastikan kesiapan infrastruktur, serta layanan publik untuk mendukung kelancaran arus mudik.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Baca juga : Persiapan Nyepi Dan Idul Fitri 2026, Gerindra Apresiasi Kesiapsiagaan Polri
“Rapat tersebut membahas stabilitas pasokan pangan, distribusi logistik, hingga kesiapan sektor energi, transportasi, infrastruktur dan layanan publik jelang Lebaran,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurut Teddy, Presiden terus menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga, serta memastikan distribusi menjangkau seluruh wilayah.
“Kesiapan tersebut menjadi fondasi penting agar perayaan Lebaran tahun ini berlangsung aman dan nyaman, sekaligus menciptakan iklim konsumsi yang kondusif,” ujarnya.
Pemerintah memandang stabilitas harga dan kelancaran arus barang sebagai prasyarat utama, agar daya beli masyarakat tetap terjaga pada periode puncak belanja jelang Lebaran.
Baca juga : PAN Ingatkan Pengurus Siap Dievaluasi & Dicopot
Dari sisi permintaan domestik, Pemerintah kembali menggelar program BINA Lebaran 2026 yang berlangsung pada 6–30 Maret 2026.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut melibatkan 380 perusahaan, 800 merek, 80 ribu gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.
“Kami menargetkan transaksi hingga Rp 53 triliun, meningkat 20 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Target itu diharapkan dapat memperkuat konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.
Baca juga : Tenang, Stok Beras & Migor Aman Hingga Akhir Tahun
Selain itu, Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan senilai Rp 11,92 triliun kepada 35 juta keluarga, memberikan potongan tarif angkutan mudik, serta mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA), agar perputaran uang tidak terpusat di Jakarta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.