Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Penuding ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Rismon Hasiholan Sianipar, mengaku salah. Rismon kemudian menemui Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk meminta maaf. Jokowi dan Gibran pun memberi maaf.
Rismon merupakan salah satu tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Sepekan lalu, dia mengajukan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya, yang menangani kasus tersebut.
Kemudian, pada Kamis (12/3/2026), Rismon menemui Jokowi, di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kedatangannya untuk meminta maaf langsung kepada Jokowi dan mengakui kesalahannya.
Jokowi dengan lapang dada memaafkan Rismon. "Kemarin datang Pak Rismon Sianipar ke kediaman. Saya menerima permohonan maaf Pak Rismon Sianipar," kata Jokowi.
Untuk tindak lanjut perkara hukum Rismon, Jokowi menyerahkan sepenuhnya ke kuasa hukum dan kepolisian. Termasuk permintaan restorative justice. "Saya serahkan ke penasihat hukum. Itu, juga kewenangan Polda Metro," tuturnya.
Baca juga : Telepon MBS, Prabowo Serukan AS-Israel Vs Iran Hentikan Perang
Selanjutnya, pada Jumat pagi (13/3/2026), Rismon menemui Gibran di Istana Wapres, Jakarta. Tujuannya sama, untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf secara langsung. Gibran menerimanya dengan baik.
Rismon datang di Istana Wapres pukul 09.57 WIB dan keluar pukul 10.50 WIB. Pertemuan dilakukan secara tertutup. Usai pertemuan, Gibran mengantar Rismon keluar dari pintu Kantor Wapres.
Rismon lantas menyalami tangan Gibran sembari membungkukkan badan. Gibran pun merangkul Rismon. "Pokoknya kita ini saudaraan, sudah nggak ada apa-apa lagi," ungkap Gibran, sembari merangkul pundak Rismon.
Gibran lalu memberi arahan kepada stafnya mengambil bingkisan Lebaran dan memberikannya kepada Rismon. "Katanya mau pulang kampung," kata Gibran kepada Rismon. Bingkisan tersebut diterima Rismon.
"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," tambah Gibran.
Baca juga : Ditahan KPK, Yaqut Tutup Borgol Dengan Map
Gibran menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi dan kesediaan meninjau kembali pernyataannya. Kata dia, ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Setelah itu, putra sulung Jokowi ini kembali masuk ke dalam kantornya.
Di depan wartawan, Rismon memuji keluarga Jokowi. Dia diterima dengan baik saat bertemu. Keluarga Jokowi juga menunjukkan sikap amat terbuka terhadap penelitiannya. "Dari penjelasan Pak Wapres, keluarga besar mereka terbuka terhadap penelitian dan koreksi," ujar Rismon.
Ke depan, ia berencana menuliskan seluruh hasil penelusurannya dalam sebuah buku yang sedang disusunnya. Rismon menargetkan buku yang memuat penjelasan lengkap metode serta hasil kajian keaslian ijazah Jokowi ini rampung 2026. "Saya akan buktikan dalam tulisan saya," ungkapnya.
Rismon lalu meminta maaf kepada publik atas polemik yang sempat berkembang imbas kajian yang sebelumnya ia sampaikan. Sebagai seorang peneliti, dia pun harus berani mengoreksi hasil jika menemukan fakta baru.
Bagi pihak yang masih meragukan hasil pengujian tersebut, ia siap menjelaskan metode penelitian yang digunakan. "Penelitian itu proses yang terus berjalan. Jangan sembunyikanlah, ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan," tuturnya.
Baca juga : Resmi Dilantik DPR, Ketua OJK Baru Beri Angin Segar Bagi Pasar
Dia lalu bercerita mengenai proses penelitian yang dilakukannya. Rismon melanjutkan penelitian itu setelah menerbitkan buku Jokowi's White Paper. Dari hasil penelitian lanjutan itu, tidak ada kejanggalan pada ijazah Jokowi. Tidak ada manipulasi digital seperti yang dia simpulkan di buku Jokowi's White Paper.
"Artinya apa? Keasliannya terjaga," ujarnya.
Sebelumnya, Rismon juga mengunggah video permintaan maafnya kepada Jokowi dan Gibran lewat YouTube Balige Academy, Kamis (12/3/2026). Dalam video itu, ia mengaku merasa telah dieksploitasi pihak tertentu. Dia pun menilai Polri telah bekerja profesional menangani polemik kasus ini. Rismon siap membantu Polri memberikan edukasi ke masyarakat.
Ia mengimbau pihak lain yang terlibat dalam kasus ini membuka hati dan pikiran, meminta maaf, dan mengajukan restorative justice.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya