BREAKING NEWS
 

Penerbangan Melonjak, AirNav Indonesia Perkuat Kesiapan Operasional Lebaran

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 17 Maret 2026 09:20 WIB
AirNav Indonesia mendukung kelancaran dan keselamatan operasional selama periode Angkutan Lebaran 2026. (Foto; Dok. AirNav)

RM.id  Rakyat Merdeka - AirNav Indonesia memastikan kesiapan penuh layanan navigasi penerbangan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan operasional selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Trafik penerbangan selama periode tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengantisipasi lonjakan ini, berbagai langkah strategis telah disiapkan di seluruh unit layanan navigasi penerbangan.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan, pihaknya telah mengoptimalkan seluruh aspek operasional. Kesiapan tersebut mencakup personel, fasilitas navigasi penerbangan, hingga penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

"AirNav Indonesia telah menyiapkan seluruh aspek operasional untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan selama periode Angkutan Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan efisien," kata Setio dalam Konferensi Pers Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Baca juga : Timur Tengah Memanas, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Aman

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara, AirNav mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC) sebagai pusat orkestrasi layanan navigasi penerbangan nasional.

Fasilitas ini berfungsi memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.

Dari sisi infrastruktur, AirNav memastikan kesiapan lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, serta sistem Air Traffic Control (ATC).

Adsense

Selain itu, lebih dari 1.700 petugas ATC disiagakan di seluruh kantor pelayanan AirNav Indonesia. Dukungan operasional juga diperkuat dengan penugasan lebih dari 1.000 Air Traffic Service Engineers untuk menjaga keandalan peralatan.

Tidak hanya itu, sedikitnya 160 Aeronautical Information Service Officers serta lebih dari 490 Air Communication Officers turut disiapkan selama periode Lebaran.

Baca juga : Para Ibu Bahagia Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran

AirNav juga memastikan kesiapan prosedur navigasi penerbangan di ratusan bandara di Indonesia, termasuk prosedur keberangkatan (Standard Instrument Departure/SID), kedatangan (Standard Terminal Arrival Route/STAR), serta pendekatan pendaratan (Initial Approach Procedures/IAP).

"Langkah ini dilakukan untuk menjaga efisiensi sekaligus keselamatan operasional penerbangan," ujar Setio.

Setio menambahkan, lonjakan pergerakan penerbangan terjadi lebih cepat dibandingkan pola tahun sebelumnya. Salah satu pemicunya adalah kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan Pemerintah menjelang Lebaran.

"Dengan adanya kebijakan WFH dari pemerintah, ini termasuk mengurai trafik sehingga karena ini merupakan hari ke H-5, sehingga kita bisa lihat real pergerakannya,"  ujar Setio. 

Secara normal Indonesia mencatat hampir 5.000 pergerakan pesawat setiap hari di seluruh wilayah udara nasional. Namun angka tersebut kini meningkat cukup signifikan.

Baca juga : Sarihusada Raih Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026

AirNav juga mencatat bahwa trafik beberapa hari terakhir tidak hanya melampaui data tahun lalu, tetapi juga melampaui proyeksi.

"Di beberapa bandara pergerakannya sudah di atas rata-rata harian dan secara umum trafik tahun ini lebih tinggi sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2025," ujar Setio..

Untuk itu, Setio menegaskan, AirNav terus memantau perkembangan trafik secara real time untuk memastikan kelancaran layanan navigasi penerbangan selama musim mudik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense