Dark/Light Mode

Timur Tengah Memanas, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Aman

Senin, 16 Maret 2026 21:37 WIB
Foto: Pupuk Indonesia
Foto: Pupuk Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan, perusahaan berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani.

“Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam tanpa khawatir,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Baca juga : Timteng Memanas, Formula 1 Hapus GP Bahrain dan GP Arab Saudi

Ia menjelaskan, kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup saat ini mencapai 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus pupuk urea, kapasitas produksi bahkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

Menurut dia, produksi urea nasional juga relatif mandiri karena bahan baku utamanya berupa gas bumi dipenuhi dari dalam negeri dengan pasokan dan harga yang diatur pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, eskalasi konflik di Selat Hormuz sebagai salah satu jalur distribusi penting urea global dinilai tidak berdampak langsung terhadap pasokan pupuk nasional.

Baca juga : China Sumbang Rp 3,4 Miliar Untuk Keluarga Korban Serangan Sekolah Iran

Selain mengandalkan kapasitas produksi, Pupuk Indonesia juga memperkuat ketahanan rantai pasok melalui diversifikasi sumber bahan baku. Untuk fosfat (P), perusahaan memperoleh pasokan dari negara-negara Afrika Utara seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair.

Sementara itu, bahan baku kalium (K) dipasok dari Kanada dan Laos yang berada di luar wilayah konflik, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Adapun bahan baku sulfur (S) yang sebagian berasal dari kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait tetap diantisipasi melalui diversifikasi pasokan dari negara lain, termasuk Kanada dan Kazakhstan, serta pemanfaatan sumber domestik.

Baca juga : Menperin Pastikan Pasokan Busana Muslim Dan Alas Kaki Aman Jelang Lebaran

Selain itu, perusahaan juga memperkuat manajemen stok bahan baku untuk menjaga ketersediaan fosfat, kalium, sulfur, maupun asam sulfat pada tingkat yang memadai, sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan biaya logistik akibat fluktuasi harga energi global.

Dari sisi operasional, Pupuk Indonesia terus meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi penggunaan bahan baku melalui program revitalisasi industri yang didukung kebijakan pemerintah, termasuk rencana pembangunan pabrik baru dan peremajaan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan.

Dengan kapasitas produksi yang kuat, diversifikasi sumber bahan baku, serta penguatan manajemen stok, Pupuk Indonesia optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional guna mendukung produktivitas pertanian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.