RM.id Rakyat Merdeka - AirNav meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan menjelang Angkutan Lebaran 2026.
Beberapa di antaranya adalah cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai. Setio menegaskan, pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan, khususnya terkait balon udara liar yang kerap muncul saat Lebaran.
Baca juga : KPK: Jelang Lebaran Penindakan Tetap Jalan
Wilayah seperti Wonosobo dan Pekalongan di Jawa Tengah selama ini menjadi sorotan, meski indikasi aktivitas serupa mulai muncul di daerah lain.
"AirNav Indonesia terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan. Namun, masalah ini membutuhkan dukungan dan kesadaran bersama," kata Direktur Operasi Setio Anggoro dalam Konferensi Pers Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Baca juga : Jelang Idulfitri, Skuad Persib Bandung Libur Sepekan
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menambahkan, AirNav Indonesia aktif mengkampanyekan balon udara yang ditambatkan sejak 2017, di 2 kota Jawa Tengah yaitu Pekalongan dan Wonosobo.
Adapun pelepasan balon udara pada bulan syawal menjadi tradisi yang turun temurun. Menurutnya, diatas Wonosobo dan Pekalongan terdapat jalur penerbangan tersibuk di Indonesia yaitu W45, yang terdapat ribuan penerbangan per harinya.
Baca juga : Jelang Libur Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File .APK
"Penerbangan balon udara bebas yang tidak dapat dikendalikan, berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, karena balon dapat terbang hingga mencapai ketinggian jelajah pesawat yaitu sekitar 30 ribu feet," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.