Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Timteng Memanas, Formula 1 Hapus GP Bahrain dan GP Arab Saudi
Senin, 16 Maret 2026 05:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penyelenggara Formula One bersama Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) akhirnya memutuskan membatalkan dua seri balapan di kawasan Timur Tengah, yakni Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi keamanan di kawasan yang dinilai belum stabil. Meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi salah satu faktor utama.
Pihak Formula 1 menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembalap, tim, kru, hingga personel penyelenggara.
Baca juga : Imbas Perang, Bos F1 Batalin Balapan Di Arab Saudi Dan Bahrain
Sebelumnya, Bahrain Grand Prix dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April di Bahrain International Circuit, kawasan Sakhir. Sementara itu, Saudi Arabian Grand Prix rencananya digelar sepekan setelahnya, 17–19 April, di Jeddah Corniche Circuit, Jeddah.
Formula 1 dan FIA sempat mempertimbangkan sejumlah skenario, termasuk memindahkan lokasi balapan ke negara lain. Namun setelah melalui pembahasan panjang, diputuskan tidak ada seri pengganti untuk dua balapan tersebut pada bulan April.
Pembatalan ini juga berdampak pada ajang pendukung yang biasanya digelar dalam rangkaian akhir pekan yang sama, seperti Formula 2, Formula 3, serta F1 Academy.
Baca juga : Tumbang di Manila, Dewa Unted Optimistis Balikkan Keadaan
Presiden sekaligus CEO Formula 1, Stefano Domenicali, mengakui keputusan tersebut tidak mudah. Namun menurutnya, langkah itu menjadi pilihan paling realistis dalam situasi saat ini.
“Meski ini keputusan yang sulit untuk diambil, langkah ini adalah keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi di Timur Tengah,” ujar Domenicali dalam pernyataan resmi.
Sementara itu, Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan keselamatan komunitas balap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil.
Baca juga : Timteng Memanas, PIS Perkuat Pengamanan Kapal Tanker
“Kami selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan komunitas kami. Setelah pertimbangan yang cermat, keputusan ini diambil dengan tanggung jawab tersebut sebagai prioritas utama,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya