Dark/Light Mode

Jelang Lebaran, 1.518 Huntara Di Gayo Lues Selesai Dibangun BNPB

Kamis, 12 Maret 2026 11:29 WIB
Foto: Tim Media Presiden
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.518 hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, telah selesai dibangun hingga Selasa (10/3/2026). Jumlah tersebut setara sekitar 88 persen dari target pembangunan 1.713 unit huntara di wilayah tersebut.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan pemerintah menargetkan seluruh pembangunan huntara dapat segera rampung sehingga warga terdampak bencana dapat meninggalkan tenda pengungsian sebelum Lebaran.

“Kami pastikan menjelang Lebaran 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues sudah tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda,” kata Suharyanto dalam keterangannya, Kamis.

Baca juga : Kepala Daerah Diingatkan Siaga, Tidak Keluar Negeri

Ia menambahkan BNPB juga terus mendampingi warga yang masih menunggu proses pembangunan huntara. Selama masa tersebut, masyarakat akan ditempatkan di lokasi yang lebih layak, seperti gedung balai latihan kerja milik pemerintah daerah.

“Supaya seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Gayo Lues dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik dan lebih khidmat,” ujarnya.

Pemerintah terus mempercepat proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan huntara dengan konsep hunian komunal agar warga dapat segera berpindah dari tenda pengungsian ke tempat tinggal yang lebih layak.

Baca juga : Jelang Idul Fitri, Pembangunan Huntara Dan Huntap Di Aceh Tamiang Dikebut

Salah satu lokasi pembangunan huntara berada di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Kompleks hunian komunal yang dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK) tersebut kini telah berdiri dan tersusun rapi, dengan warga mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain itu, pembangunan huntara juga dilakukan di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Di lokasi tersebut, sebanyak 133 KK telah menempati kompleks hunian komunal yang dilengkapi fasilitas dasar seperti pasokan air dan listrik. Setiap unit hunian juga dilengkapi kamar mandi dan toilet.

Suharyanto menjelaskan keluarga yang baru menempati huntara akan menerima bantuan bahan pokok dan kebutuhan nonpangan selama 10 hari. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sebelum mereka menerima bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat.

Baca juga : Jelang Berlaku, Pengamat: Implementasi PP Tunas Perlu Persiapan Matang

“Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara,” kata Suharyanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :