Sebelumnya
Selain itu, dilakukan pula penurunan biaya kebandaraan dan harga avtur di 37 bandara guna meningkatkan keterjangkauan layanan penerbangan. Program mudik gratis untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat, serta kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN sejak 2022–2025, juga turut mendukung mobilitas masyarakat.
Dengan tetap menjalankan pekerjaan dan menerima pendapatan secara penuh, kata dia, pemudik memiliki waktu lebih panjang untuk beraktivitas dan berbelanja, sehingga mendorong peningkatan perputaran uang selama periode Lebaran.
“Meski ada tekanan global akibat konflik Iran dan Israel-AS, fundamental ekonomi kita tetap kuat. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM saat ini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Untuk Idul Fitri tahun ini, kami optimistis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Haryo.
Senada disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Dia menilai, konsumsi rumah tangga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Lebaran, akan menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal I di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Baca juga : Sempat Lebaran Di Rumah, Yaqut Kembali Masuk Sel
Menurutnya, mobilitas masyarakat yang tinggi selama HBKN seperti Tahun Baru Imlek, Nyepi, dan Idul Fitri menjadi faktor pendorong konsumsi. “Kami melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 masih akan tetap tinggi,” kata Perry.
Ia menambahkan, peningkatan konsumsi juga didukung berbagai program stimulus pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter BI, serta perbaikan ekspektasi konsumen. Selain konsumsi, investasi diperkirakan tetap tumbuh, didorong realisasi program pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan proyek hilirisasi sumber daya alam.
“Dukungan pertumbuhan ekonomi akan tetap tinggi pada kuartal I dan diperkirakan berlanjut untuk mendukung pertumbuhan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang memprediksi, perputaran uang selama mudik Lebaran mencapai Rp 148,39 triliun. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi rata-rata pengeluaran per keluarga yang meningkat 10 persen menjadi Rp 4,12 juta per kepala keluarga (KK).
Baca juga : Andhyka Muttaqin: Kebijakan Ini Relevan Di Situasi Global
Sarman menjelaskan, jumlah pemudik yang mencapai 143,9 juta orang setara dengan 35,975 juta KK. Jika setiap keluarga membelanjakan Rp 4,12 juta, maka total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 148,39 triliun.
Dengan perhitungan tersebut, konsumsi diproyeksikan meningkat 10–15 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan mencapai 5,4–5,5 persen, ditopang juga oleh momentum libur Natal dan Tahun Baru, Imlek, serta Nyepi.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, mudik memang menjadi momentum penting, tapi perlu dimaknai secara lebih proporsional. Ia menjelaskan, kenaikan konsumsi terjadi, terutama didorong oleh belanja transportasi, makanan dan minuman, ritel, hingga pariwisata lokal.
Menurutnya, mudik meningkatkan perputaran uang di daerah dan mendorong UMKM di kota kecil serta desa. “Ini menunjukkan bahwa mudik lebih kuat sebagai shock konsumsi jangka pendek, bukan pendorong struktural pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Baca juga : Mardani Ali Sera: Tidak Cukup Hanya Melakukan WFH ASN
Karena itu, ia menyarankan pemerintah memanfaatkan momentum ini agar dampaknya lebih berkelanjutan. Misalnya, dengan menjaga konektivitas logistik, memperkuat pasokan pangan untuk menahan inflasi, serta mendorong belanja masyarakat agar lebih banyak terserap ke produk lokal dan UMKM.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu lebih strategis dalam merancang stimulus, tidak hanya mengandalkan momentum musiman seperti Lebaran, tetapi juga mengarahkan belanja negara ke program yang memiliki efek pengganda jangka pendek sekaligus dampak jangka panjang, seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor produktif. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.