RM.id Rakyat Merdeka - Habit (kebiasaan) masyarakat mulai berubah pada momen Lebaran tahun ini. Mereka tak lagi menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk kebutuhan musiman. Banyak masyarakat yang memilih menambah kepemilikan emas, sebagai strategi investasi jangka panjang. Indikasi itu terlihat dari melonjaknya Tabungan Emas Pegadaian pada momen Lebaran lalu.
Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra mengatakan, berdasarkan data capaian Pegadaian, lonjakan signifikan dalam aktivitas transaksi emas selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.
Data internal Pegadaian menunjukkan tren pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Memasuki penghujung Maret 2026, total gramasi pembelian Tabungan Emas tumbuh luar biasa sebesar 137,76 persen, dengan total lebih dari 5,5 ton,” ungkap Kadek dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Baca juga : Remaja Curi Bus Untuk Antar Pacar Ke Sekolah
Kadek mengatakan, peningkatan ini didorong semakin tingginya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging).
Saat ini harga emas yang bertahan di level kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global, memicu masyarakat untuk mengamankan nilai kekayaan.
Untuk itu, Pegadaian memberikan berbagai pilihan produk dan layanan berbasis emas yang menarik perhatian masyarakat.
“Tabungan Emas Pegadaian memberikan opsi transaksi emas dengan nilai yang sangat terjangkau mulai dari Rp 10 ribu,” katanya.
Baca juga : Elektrifikasi Menjadi Solusi Menuju Ketahanan Energi
Ditambah kemudahan akses berbasis digital melalui aplikasi Tring!, yang semakin meningkatkan keunggulan Tabungan Emas Pegadaian.
“Pergeseran perilaku nasabah yang menginginkan fleksibilitas tinggi ini juga tercermin dari masifnya penggunaan aplikasi Tring! by Pegadaian,” tambah Kadek.
Dia menegaskan, melalui Tring!, masyarakat dapat bertransaksi emas kapanpun dan di manapun, bahkan di sela-sela kesibukan persiapan mudik dan Lebaran.
Selain pembelian, Pegadaian juga mencatat tingginya pemanfaatan likuiditas emas melalui produk gadai. Banyak nasabah memilih untuk tidak menjual emas mereka meskipun membutuhkan dana segar untuk keperluan Lebaran.
Baca juga : Transjakarta Jangkau 92 Persen Wilayah Jakarta
“Sebagai solusinya, masyarakat memanfaatkan Program Gadai Bebas Bunga yang berlaku hingga akhir April 2026,” jelasnya.
Menurut Kadek, program ini memungkinkan nasabah mendapatkan pinjaman dengan biaya sewa modal nol persen, sehingga aset emas yang telah dikumpulkan sejak lama tetap terjaga kepemilikannya, namun kebutuhan likuiditas tetap terpenuhi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.