Dark/Light Mode

Aksi "No Kings" Meluas, Trump Didemo 8 Juta Warga AS

Senin, 30 Maret 2026 08:46 WIB
Aksi No Kings yang meluas di Amerika Serikat (Foto: Reuters)
Aksi No Kings yang meluas di Amerika Serikat (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didemo sekitar 8 juta warganya, Sabtu (28/3/2026). Aksi besar-besaran yang mengusung semboyan "No Kings" itu menilai Trump otoriter dan kebijakan militernya menyeret AS ke dalam perang dengan Iran di Timur Tengah (Timteng).

Jutaan warga AS itu memadati jalanan dan halaman gedung-gedung pemerintahan di 50 negara bagian. Penyelenggara menyebut, aksi tersebar di 3.300 titik, dari kota metropolitan hingga kota kecil.

Aksi "No Kings" ini diikuti beragam kalangan. Di New York, puluhan ribu demonstran berkumpul di jalanan Manhattan. Ribuan orang berjalan dari Midtown membawa beragam poster berisi tulisan anti-Trump, anti-kebijakan imigrasi, hingga kritik keras terhadap kebijakan perang. Sejumlah influencer AS turun ke lapangan, termasuk aktor peraih Oscar Robert De Niro, yang dikenal sebagai kritikus Trump paling vokal.

Di Atlanta dan San Diego, warga Alaska bergabung dalam aksi massa ini. "Tak ada negara yang dapat memerintah tanpa persetujuan rakyat. Rakyat merasa konstitusi sedang terancam. Keadaan tidak baik-baik saja karena Trump," tegas veteran militer AS Marc McCaughey, saat ikut bagian dalam aksi di jalanan pusat Kota Atlanta.

Di Ibu Kota AS, Washington, ribuan peserta aksi yang membawa spanduk bertuliskan "Trump Harus Mundur Sekarang!" dan "Lawan Fasisme". Demonstrasi terpusat di depan National Mall dan titik penting lainnya.

Para pendemo mengecam Trump yang dinilai suka memamerkan kekuatan militer AS namun sok berkampanye sebagai seorang pembawa perdamaian. "Sejak terakhir kali kami berdemonstrasi, pemerintahan Trump telah menyeret kami lebih dalam ke dalam perang. Semua itu dilakukan atas nama satu orang yang mencoba memerintah seperti seorang raja," kecam Naveed Shah, anggota asosiasi veteran Common Defense.

Jalanan di Kota West Bloomfield, Michigan, dekat Detroit, demonstran penuh sesak di tengah suhu di bawah titik beku. Aksi besar-besaran juga berlangsung di negara bagian Minnesota di tengah musim dingin. Di sini, sejumlah tokoh politik seperti Gubernur Tim Walz dan Senator Bernie Sanders ikut hadir dan meneriakkan kritik terhadap Trump.

Baca juga : Pangan RI Tidak Tergantung Timteng

Bernie Sanders, dalam orasinya, berjanji akan menjegal permintaan Trump menambah 200 miliar dolar AS untuk perang AS-Israel di Iran. "Rakyat Amerika telah dibohongi tentang perang di Vietnam, kita dibohongi tentang perang di Irak, dan kita dibohongi hari ini tentang perang di Iran," teriak tokoh Partai Demokrat progresif ini dari atas panggung. 

"Perang ini merupakan pelanggaran hukum internasional. Satu negara berdaulat tidak dapat begitu saja menyerang negara berdaulat lain dengan alasan apa pun," kritiknya.

Musisi rock legendaris Bruce Springsteen ikut aksi dengan membawakan lagunya "Streets of Minneapolis" di St Paul, ibu kota negara bagian ini. Springsteen menulis lagu protes tersebut hanya dalam 24 jam untuk mengenang Renee Good dan Alex Pretti, dua warga negara AS yang ditembak mati oleh agen federal. 

Hampir setengah dari aksi No Kings berlangsung di wilayah yang selama ini dikenal sebagai kandang Partai Republik. Di negara bagian seperti Texas, Florida, dan Ohio, masing-masing mencatat lebih dari 100 titik aksi. Di negara baguan Idaho, Wyoming, dan Utah juga ada puluhan titik demonstrasi.

Di Texas, ribuan orang berkumpul di sekitar Balai Kota Dallas. Di Georgia, demonstran memenuhi jalan menuju Jekyll Island, membawa bendera AS dan aneka poster protes. 

Di wilayah pesisir barat, Los Angeles, demonstran memenuhi pusat kota, mengusung balon raksasa yang menggambarkan Trump seperti bayi. Di San Francisco, massa berkumpul di Embarcadero Plaza sembari menggotong spanduk "No Kings".

Sedangkan di Chevy Chase, Maryland, sekelompok lansia yang berada di kursi roda memegang simbol yang mengajak mobil yang lewat untuk melawan tirani. "Bunyikan klakson jika Anda menginginkan demokrasi. Singkirkan Trump".

Baca juga : Digelar Di Monas, Bazar Rakyat Diserbu 200 Ribu Orang

Di Los Angeles, kerusuhan pecah. Polisi Los Angeles (LAPD) menetapkan status siaga taktis, memblokir jalan, menangkap demonstran yang menolak bubar dan melempar batu, botol, hingga beton ke arah petugas. 

Di lain sisi, aksi tandingan mendukung Trump juga ada, namun hanya digelar di sedikit kota. Seperti Dallas dan West Palm Beach, Florida.

Aksi nasional "No Kings" merupakan gerakan akar rumput ketiga dalam setahun terakhir sejak Trump memulai masa jabatan keduanya Januari 2025. Aksi No Kings pertama kali terjadi Juni lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-79 Trump dan parade militer di Washington. Jutaan orang turun ke jalan. Aksi protes kedua terjadi pada Oktober dengan jumlah massa aksi dan tuntutan serupa.

 Popularitas Trump disebut kian merosot di bawah 40 persen di saat pemilihan paruh waktu akan segera berlangsung pada November. Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres. 

Aksi anti-Trump juga meluas di berbagai negara. Aksi demonstrasi di hari yang sama berlangsung di Amsterdam, Madrid, dan Roma, dan kota-kota di Eropa lainnya.

Trump berada di Florida saat akhir pekan, selama aksi protes dan simbol frustrasi rakyat AS terhadap kebijakan dan kepemimpinannya. Trump membantah tudingan bertindak seperti diktator dan fasis. "Mereka menyebut saya sebagai raja. Saya bukan raja," ujarnya, dalam sebuah wawancara.

Trump lalu mengunggah video Artificial Intelligence (AI) untuk mengolok-olok protes jutaan demonstran No Kings. Video AI berdurasi 19 detik diunggah di Truth Social menampilkan Trump memakai mahkota di dalam jet tempur bertuliskan King Trump dan menjatuhkan benda menyerupai kotoran ke arah gambar yang menyerupai tokoh oposisi sayap kiri Harry Sisson, serta pengunjuk rasa yang sedang berkumpul di area menyerupai Times Square, New York City.

Baca juga : Dampaknya Meluas, Putin Samakan Perang AS-Israel Vs Iran Dengan Covid-19

"Bisakah ada reporter yang menanyakan kepada Trump mengapa ia mengunggah video AI ini?" pinta akun @Sisson di platform X. Wakil Presiden JD Vance menanggapi. "Aku akan menanyakannya untukmu."

Serangan Darat ke Iran

Di tengah aksi militer AS berencana mengerahkan pasukan untuk serangan darat ke Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan, sekitar 3.500 pasukan tambahan telah tiba di Timteng dengan kapal USS Tripoli. 

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (29/3/2026), pasukan marinir ini tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dan tiba di wilayah Teluk pada Jumat (27/3/2026) bersama dengan pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis. Militer AS juga diperkirakan akan mengerahkan ribuan tentara lagi dari Divisi Lintas Udara ke-82.

Washington Post melaporkan, AS sedang merencanakan serangan darat ke Iran. Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan, Departemen Pertahanan AS sedang mempersiapkan operasi darat selama berminggu-minggu.

The Wall Street Journal, Kamis (26/3/20026) melaporkan, Pentagon sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timteng. Pasukan ini yang mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja ini akan bergabung dengan sekitar 5.000 marinir dan ribuan pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang telah dikerahkan sebelumnya.

Iran siap menghadapi serangan ini. Iran mengumumkan telah memobilisasi lebih dari 1 juta kombatan untuk menghadapi kemungkinan invasi darat AS ke wilayahnya. "AS ingin membuka Selat Hormuz dengan taktik bunuh diri dan penghancuran diri," ujar pejabat militer Iran dikutip media semi pemerintah Iran, Tasnim News Agency.

Pejabat militer ini mengklaim, rakyat Iran bergelombang mendaftar sebagai sukarelawan kombatan untuk menciptakan neraka bagi pasukan AS. Sebagian besar para pemuda Iran antusias membanjiri pusat perekrutan pasukan paramiliter Basij, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), hingga tentara reguler.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.