BREAKING NEWS
 

Bob Azam: WFH Jadi Cara Bangun Sense Of Crisis Soal Energi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 3 April 2026 17:22 WIB
Bob Azam. (Foto: DIT/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menilai kebijakan Work From Home (WFH) dapat menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kesadaran atau sense of crisis terkait potensi krisis energi di kalangan pekerja.

Menurut Bob, penerapan WFH tidak hanya sekadar kebijakan fleksibilitas kerja, tetapi juga bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku dalam penggunaan energi agar lebih efisien dan bijak.

“Kami memang sedang mempertimbangkan WFH, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kebijakan ini bisa menyampaikan sense of crisis kepada seluruh karyawan bahwa kita harus bersiap menghadapi potensi kelangkaan energi,” ujar Bob di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca juga : Waspada Potensi Krisis Energi

Ia menjelaskan, perusahaan memiliki pengalaman dalam menerapkan WFH saat pandemi COVID-19, sehingga implementasi kebijakan tersebut dinilai tidak akan menemui kendala berarti dari sisi operasional.

Namun demikian, Bob menegaskan bahwa penerapan WFH harus dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak pada produktivitas, terutama di sektor industri yang tetap dituntut menjaga kinerja produksi.

Adsense

“Sense of crisis harus tersampaikan, tetapi produktivitas tetap harus dijaga. Kita harus tetap menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Transisi Kendaraan Listrik Jadi Kunci Selamatkan APBN Dari Krisis Energi

Ia juga mengingatkan bahwa potensi kelangkaan energi dapat berdampak lebih luas terhadap perekonomian, khususnya jika diikuti dengan gangguan pasokan barang yang berisiko memicu inflasi.

Dalam konteks tersebut, Bob menilai dunia usaha perlu mengambil peran aktif dalam meningkatkan kesadaran efisiensi energi, tidak hanya di lingkungan perusahaan tetapi juga di masyarakat.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kebijakan WFH tidak dapat diterapkan secara menyeluruh, khususnya di sektor manufaktur. Aktivitas produksi, menurutnya, harus tetap berjalan untuk menjaga stabilitas pasokan barang.

Baca juga : Bahlil-Purbaya Jaga Harga BBM Subsidi Tak Naik Di Tengah Krisis Energi

Sementara itu, penerapan WFH dinilai lebih memungkinkan untuk fungsi non-produksi atau back office, yang dapat dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan perusahaan.

Melalui pendekatan tersebut, TMMIN berharap kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan energi dapat semakin meningkat, sehingga penggunaan energi menjadi lebih terkendali di tengah ketidakpastian global.

“Harapannya, sense of crisis ini bisa sampai ke masyarakat sehingga penggunaan energi menjadi lebih bijak,” ujar Bob.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense