RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) optimistis dapat menyerap gabah dan beras sebanyak 4 juta ton, sesuai target pada tahun ini. Langkah itu antara lain dengan melakukan penguatan strategi dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan kekeringan akibat fenomena El Nino ekstrem.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pangan nasional agar tetap aman meskipun banyak negara menghadapi kesulitan akibat tekanan global dan perubahan iklim.
“Upaya Bulog dalam mengantisipasi dinamika global sesuai dengan statement Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Bangsa lain banyak mengalami kesulitan, tapi kita aman dalam masalah pangan. Ini pernyataan beliau di Instagram resmi Sekretaris Negara,” kata Rizal dalam rapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, Pemerintah memastikan harga pangan tetap stabil dan tidak terdampak gejolak geopolitik. Termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok global.
Baca juga : Kemendag Pangkas Izin Ekspor Dan Kerek Daya Saing
Apalagi, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog kini dalam posisi aman, yakni mencapai 4,59 juta ton.
Dalam menghadapi tantangan pangan nasional, Rizal mengungkapkan, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan TNI-Polri.
Termasuk kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, seperti ID Food dan Berdikari, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan, hingga swasta. Khususnya yang bergerak di bidang logistik untuk memastikan kelancaran distribusi dan penyerapan hasil pertanian di seluruh wilayah Indonesia.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah membentuk posko command center untuk memantau perkembangan situasi global, serta potensi dampak El Nino secara real time sebagai bagian dari sistem respons cepat.
Baca juga : BGN Sampaikan Permohonan Maaf, Siswa Yang Keracunan Makanan Sudah Pulih
Lalu, dalam hal menjaga stabilitas harga, sambung Rizal, Bulog rutin melakukan pemantauan di pasar tradisional bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri hingga tiga kali dalam sepekan.
Serta melakukan pengawasan di tingkat produsen untuk memastikan harga tetap, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang telah ditetapkan.
Sebagai langkah tambahan, Bulog melaksanakan operasi pasar serta menerapkan efisiensi internal. Termasuk kebijakan kerja fleksibel bagi staf, namun tetap memastikan tim lapangan aktif dalam penyerapan gabah petani.
“Memberikan informasi kepada masyarakat juga kami lakukan guna mencegah kepanikan dan memastikan kondisi pangan tetap terkendali di tengah isu global dan perubahan iklim,” katanya.
Baca juga : Madrid Sedekah Gol Buat Bayern
Ia memastikan, kapasitas gudang mencukupi untuk menampung cadangan beras dan jagung nasional, karena masih memiliki sisa kapasitas gudang sekitar 1,07 juta ton.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.