Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BGN Sampaikan Permohonan Maaf, Siswa Yang Keracunan Makanan Sudah Pulih
Kamis, 9 April 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mayoritas dari 72 siswa yang keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur (Jaktim), telah pulih. Mereka sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, perkembangan kondisi para siswa itu menunjukkan perbaikan yang signifikan sejak kejadian keracunan. Sebagian besar siswa yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur itu, telah kembali ke rumah masing-masing. “Hampir semua siswa itu sudah dipulangkan,” kata Pram di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Pram mengatakan, dirinya akan meminta informasi lebih lanjut kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati dan Kepala Dinas Pen didikan DKI Nahdiana untuk memastikan kondisi terkini seluruh siswa yang terdampak.
“Para siswa yang Sabtu lalu saya lihat langsung di Rumah Sakit Duren Sawit, hampir semuanya sudah sehat kembali,” kata mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini.
Baca juga : Madrid Sedekah Gol Buat Bayern
Mengenai dugaan penyebab keracunan, Pram menyatakan, hal itu merupakan kewenangan penyelenggara MBG. “Tapi, ketika berdialog dengan saya, semua anak itu mengatakan, kemungkinan besar dari spaghetti,” ucap mantan Sekretaris Kabinet ini.
Melalui keterangan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka pada Sabtu (4/4/2026) sore, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf, atas insiden keamanan pangan dalam Program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
BGN juga memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan korban, dan langsung menghentikan operasional dapur terkait.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala (Waka) BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangan tertulis ini.
Baca juga : Formula 1, Mobil Ayrton Senna Dilelang Rp 48 Miliar
Menurut Nanik, BGN juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan, dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.
“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegas Nanik.
Menurut keterangan tertulis BGN ini, menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur dan buah stroberi.
BGN menduga, penyebab ke jadian, berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. “Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi, berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan,” tandas Nanik.
Baca juga : AS Gandeng ASEAN Lawan Perdagangan Artefak Ilegal
Selanjutnya, menurut Nanik, BGN akan memperketat pengawasan, guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.
Sebelumnya, Pramono Anung datang ke RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026), untuk membesuk para siswa yang diduga keracunan makanan.
Menurut Pram, total ada 72 siswa yang keracunan makanan. Gejala yang dialami para siswa itu, umumnya demam, mual, muntah dan diare. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/4/2026). Kemudian, para siswa itu dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Jakarta Timur, antara lain RSKD Duren Sawit.
Para siswa itu berasal dari empat sekolah di Jakarta Timur, yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 91, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya