BREAKING NEWS
 

Perang AS-Iran Picu Krisis Bahan Baku, Lotte Chemical Pangkas Kapasitas

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 15 April 2026 06:38 WIB
Foto: Lotte Chemical Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai berdampak pada industri petrokimia di Indonesia, salah satunya dialami PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang terpaksa menurunkan kapasitas produksi akibat terganggunya pasokan bahan baku.

Corporate Planning General Manager LCI, Lee Dae Lo mengatakan, ketegangan geopolitik tersebut telah mengganggu stabilitas operasional pabrik perusahaan yang berlokasi di Cilegon, Banten.

“Akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, operasional pabrik kami di Cilegon yang biasanya stabil kini terganggu. Saat ini, kami mengalami kekurangan bahan baku yang sangat parah, terutama nafta dan LPG,” ujar Lee di Jakarta, Selasa (15/4/2026).

Baca juga : Pakistan Berlakukan Pengamanan Berlapis

Untuk menyiasati keterbatasan pasokan tersebut, LCI memutuskan mengoperasikan pabrik pada tingkat kapasitas minimal. Langkah ini diambil agar perusahaan tetap dapat memasok kebutuhan industri domestik meskipun dalam kondisi terbatas.

Adsense

“Kami mengoperasikan pabrik dengan kapasitas minimal. Kami tetap berupaya menjaga operasional demi mendukung industri hilir di Indonesia,” katanya.

LCI merupakan produsen petrokimia yang mengolah bahan baku nafta menjadi berbagai produk, baik di sektor hulu maupun hilir. Pabriknya di Cilegon menjadi salah satu pemasok penting bagi industri manufaktur dalam negeri.

Baca juga : PHE Perkuat Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional Jangka Panjang

Lee menjelaskan, sebelum konflik memanas, hampir seluruh bahan baku perusahaan dipasok dari kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi tersebut kini berubah seiring terganggunya rantai pasok global.

“Sebelum konflik, hampir 100 persen bahan baku kami berasal dari Timur Tengah. Namun sekarang, kami mengimpor dari Singapura, Malaysia, hingga Afrika, seperti Nigeria,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan terus berupaya mencari alternatif pasokan guna menjaga keberlangsungan operasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Baca juga : Kemendag Pangkas Izin Ekspor Dan Kerek Daya Saing

Kondisi ini mencerminkan besarnya dampak konflik geopolitik terhadap rantai pasok industri strategis, termasuk petrokimia, yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dari pasar global. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense