Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jadi Tuan Rumah Dialog Damai AS-Iran
Pakistan Berlakukan Pengamanan Berlapis
Sabtu, 11 April 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakistan memperketat pengamanan terkait perannya sebagai tuan rumah dialog damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran perundingan demi meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Jalan-jalan utama dijaga personel bersenjata, kendaraan kepolisian parkir di setiap persimpangan jalan di pusat ibu kota Islamabad, Pakistan. Peningkatan keamanan ini sudah dilakukan sejak Kamis (9/4/2026).
Sejumlah hotel berbintang di pusat kota bahkan sudah mulai mengosongkan kamar untuk memastikan keamanan area. Islamabad bersiap menyambut delegasi kedua negara dengan pengamanan berlapis, mengingat tingginya sensitivitas politik dan risiko keamanan dalam proses negosiasi pada Sabtu (11/4/2026).
Ini adalah pertemuan pertama perwakilan AS-Iran sejak keduanya sepakat berdamai pada Rabu (8/4/2026) pagi. Tak heran, Islamabad kini jadi sorotan dunia.
Baca juga : Biar Ada Efek Jera, Sanksi Tegas Pelaku
Meski gencatan senjata AS-Iran nampak rapuh, di tengah gencarnya pemboman Israel ke Lebanon dan perselisihan mengenai syarat-syarat damai, para pejabat Pakistan bersikeras bahwa negosiasi perdamaian yang menentukan akan tetap berlangsung sesuai rencana.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, pada Kamis (9/4/2026), menyampaikan jaminan tersebut saat bertemu Duta Besar AS untuk Pakistan Natalie Baker. Dia menegaskan, seluruh tamu asing akan mendapatkan perlindungan penuh selama berada di ibu kota.
Menurut Naqvi, Pemerintah telah menyiapkan rencana komprehensif guna memastikan keamanan delegasi internasional.
“Kami telah menyiapkan skema pengamanan menyeluruh untuk menjamin keselamatan seluruh tamu asing dalam setiap aspek,” ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Pakistan, dilansir media Pakistan, Dawn.
Baca juga : Arsenal Vs Bournemouth, Andalkan Kandang
Pakistan dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan langsung antara AS dan Iran pada Sabtu (11/4/2026), menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dicapai kedua negara setelah konflik sejak 28 Februari lalu.
Delegasi AS yang akan hadir, antara lain Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff, serta Jared Kushner. Naqvi menyebut mereka sebagai “tamu istimewa” Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes AS menyampaikan apresiasi atas peran diplomatik Pakistan dalam mendorong tercapainya dialog antara Washington dan Teheran.
Seiring meningkatnya aktivitas diplomatik, Kepolisian Islamabad juga mengeluarkan imbauan lalu lintas. Sejumlah ruas jalan utama, termasuk express highway, akan dialihkan sementara guna mendukung mobilitas delegasi asing. Masyarakat diminta menyesuaikan perjalanan dan bekerja sama dengan petugas.
Baca juga : Rachel Vennya, Berebut Rumah Dengan Eks Suami
Sebelumnya, tim pendahulu dari AS yang berjumlah sekitar 30 orang telah tiba di Islamabad untuk meninjau kesiapan pengamanan. Pemerintah Pakistan juga menetapkan hari libur lokal di Islamabad dan Rawalpindi guna mendukung kelancaran agenda tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya