Dark/Light Mode

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman, Cadangan Di Atas 21 Hari

Jumat, 6 Maret 2026 11:32 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap terjaga di atas level minimum yang ditetapkan pemerintah, termasuk menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Pertamina melakukan berbagai langkah penguatan pasokan energi, termasuk BBM dan LPG, guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode peningkatan konsumsi.

Perusahaan telah mengamankan cadangan energi nasional di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah, yakni berkisar 21 hingga 23 hari. Bahkan, untuk sejumlah produk tertentu, cadangan energi dapat mencapai hingga 35 hari.

Baca juga : PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD dari Lapangan Mako Natuna

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan bahwa angka 21–23 hari merupakan ambang batas minimum pengamanan cadangan energi, bukan berarti stok BBM akan habis setelah periode tersebut.

“Setelah 21–23 hari bukan berarti cadangan BBM habis total. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak karena Pertamina terus melakukan penambahan pasokan,” kata Baron dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, Pertamina berkomitmen menjaga cadangan energi tetap berada di atas level minimum sebagai bagian dari mitigasi risiko sekaligus upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Ramadan & Idul Fitri

Pemantauan pasokan dilakukan secara ketat melalui sistem Pertamina Digital Hub, yakni sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Melalui sistem tersebut, operasional sektor hulu dipastikan berjalan sesuai standar agar target produksi dari masing-masing entitas dapat tercapai. Sementara pada sektor hilir, Pertamina dapat memonitor pergerakan kapal pengangkut minyak mentah maupun produk BBM, termasuk proyeksi kedatangan pasokan yang akan diolah di enam kilang milik Pertamina.

Optimalisasi operasional kilang domestik juga terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Baca juga : Pertamina Jaga Pasokan BBM Dan LPG Lewat Sistem Digital Hub

Selain itu, pemanfaatan teknologi memudahkan Pertamina memantau ketersediaan BBM di outlet penjualan seperti SPBU. Perusahaan dapat memonitor proses distribusi melalui armada mobil tangki hingga mengetahui jumlah stok di setiap SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” ujar Baron.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.