BREAKING NEWS
 

Diakui Investor AS Saat Bertemu Purbaya

Indonesia Jadi Titik Terang Ekonomi Global

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 17 April 2026 08:02 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia kembali mendapat sorotan positif dari investor Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mereka menilai Indonesia sebagai salah satu bright spot atau titik terang dalam perekonomian dunia berkat fundamental ekonomi yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, saat bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam ajang IMF Spring Meetings, di AS, pada Selasa (14/4.2026)

Pada kesempatan itu, IMF mengatakan ketidakpastian global diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini dipicu antara lain oleh ketegangan geopolitik serta fluktuasi harga energi.

Menurut Kristalina, Indonesia menjadi salah satu “cahaya” bagi ekonomi global karena mampu menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan global, melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid.

Bank Dunia dan S&P Global Ratings turut memuji strategi fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Ia juga menyebut Indonesia memiliki fundamental fiskal yang kuat serta bantalan anggaran yang memadai untuk menghadapi berbagai risiko eksternal.

Baca juga : Akan Dapat Pasokan dari Rusia, Alhamdulillah Stok BBM & LPG Kita Aman

Menurut Purbaya, capaian tersebut tidak terlepas dari penyesuaian kebijakan yang dilakukan sejak tahun lalu, sehingga mampu meredam dampak guncangan eksternal, terutama kenaikan harga minyak dunia.

“Kristalina tampaknya cukup puas dengan kondisi tersebut. Yang jelas, IMF akan menyampaikan kepada dunia negara-negara mana yang memiliki kinerja baik,” ujarnya.

Dengan ketangguhan ekonomi tersebut, lanjut Purbaya, investor AS semakin tertarik menanamkan modal di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan investor besar di New York dan Washington DC, AS, pada Senin (13/4/2026), ia mengungkapkan bahwa para investor menunjukkan minat kuat untuk berinvestasi di Indonesia.

Adsense

“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Kami juga memberikan berbagai penjelasan untuk mengklarifikasi keraguan yang ada,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel, New York.

Setelah mendapatkan penjelasan, para investor dinilai semakin memahami arah kebijakan ekonomi Indonesia yang sejalan dengan prinsip ekonomi yang kuat.

Baca juga : Semoga AS-Iran Segera Damai

“Kami jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa, dan mereka memahaminya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, para investor juga meminta pemerintah meningkatkan komunikasi dengan investor AS, mengingat fondasi makroekonomi Indonesia dinilai sudah sangat baik. Mereka juga menilai sejumlah lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat memberikan outlook negatif.

“Kami akan terus memastikan ekonomi tumbuh sesuai target. Jika Indonesia mampu tumbuh 5,5 persen pada triwulan I dan tetap kuat di triwulan II, hal itu akan semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk memperbesar investasinya,” kata Purbaya.

Sementara, Perry menyebut, ada tiga faktor kunci yang menopang ketahanan ekonomi nasional. Yaitu kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional.

Menurut Perry, ketiga faktor tersebut mencakup konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel. Selain itu, kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan global juga menjadi faktor penting.

Faktor ketiga, kata Perry, adalah penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan AS dan negara lainnya.

Baca juga : Biaya Perjalanan Bengkak 1,7 T, Pemerintah Tak Akan Naikkan Ongkos Haji

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal menilai, label “titik terang” yang disematkan kepada Indonesia tidak lepas dari ketahanan ekonominya yang relatif lebih baik. Hal ini tercermin dari berbagai indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga nilai tukar.

Ia menjelaskan, meskipun harga minyak dan inflasi global meningkat, inflasi domestik Indonesia masih relatif terkendali. Salah satu faktor utamanya adalah kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Hal itu membuat inflasi tidak melonjak, baik secara langsung terhadap transportasi maupun harga pangan yang biasanya terdampak jika harga BBM naik,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (16/4/2026).

Meski demikian, Faisal mengingatkan, pemerintah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena tekanan terhadap ekonomi masih cukup besar. “Perlu kebijakan yang sinergis untuk meredam dampak global terhadap ekonomi domestik,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense