Dark/Light Mode

Sinergi Fiskal & Moneter Kuat, Ekonomi RI Dipuji IMF

Kamis, 16 April 2026 07:40 WIB
Managing Director IMF Kristalina Georgieva. (Foto: Instagram/kristalina.georgieva)
Managing Director IMF Kristalina Georgieva. (Foto: Instagram/kristalina.georgieva)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memuji kinerja ekonomi Indonesia. Menurut IMF, sinergi fiskal dan moneter yang kuat membuat ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah konflik global. 

Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026 yang dirilis Rabu (15/4/2026), IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 3,1 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3,4 persen pada periode 2024–2025, serta menjadi yang terendah dalam dua dekade terakhir.

Selain itu, inflasi global diperkirakan meningkat menjadi 4,4 persen pada 2026 sebelum turun ke level 3,7 persen pada 2027. 

Baca juga : Badiul Hadi: Berpotensi Menyedot Anggaran Dan Pemborosan

Meski ekonomi global melambat, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027. Sementara itu, inflasi domestik diproyeksikan berada di kisaran 3 persen pada tahun ini dan menurun menjadi 2,6 persen pada 2027. 

“Setelah menghadapi hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan meningkatnya ketidakpastian tahun lalu, aktivitas global kini menghadapi ujian besar akibat konflik di Timur Tengah,” tulis IMF dalam laporannya dikutip, Rabu (15/4/2026). 

IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan melampaui sejumlah negara berkembang, seperti China yang diperkirakan tumbuh 4,4 persen dan Filipina sebesar 4,1 persen. 

Baca juga : Abidin Fikri: Tidak Ada Masalah Dengan Ide Tersebut

Dalam rangkaian IMF Spring Meetings pada Selasa (14/4/2026), Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyampaikan, apresiasi terhadap ekonomi Indonesia di hadapan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

Kristalina menyebut, Indonesia sebagai salah satu bright spot atau titik terang dalam perekonomian global. Menurut dia, hal ini berkat fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan yang terjaga di tengah ketidakpastian global. 

Ia juga menyoroti konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Termasuk disiplin mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) serta respons kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan. 

Baca juga : Senayan Minta Kemenhaj Sosialisasi Cegah Penipuan

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono mengatakan, dalam forum tersebut, BI terus memperkuat komunikasi dengan investor global untuk menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.