BREAKING NEWS
 

BPD Didorong Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 17 April 2026 10:01 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong naik kelas dari sekadar penyalur dana menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan Transfer ke Daerah (TKD), BPD dinilai harus mampu mengelola dan mengakselerasi aliran keuangan demi menjaga pertumbuhan ekonomi regional.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menegaskan bahwa BPD harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan ekonomi daerah seiring dinamika kebijakan fiskal nasional.

Hal tersebut disampaikan dalam The Asian Post Best Regional Champion Forum 2026 yang digelar di Solo, Kamis (16/4/2026).

“Ke depan, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh APBD, tetapi juga oleh seberapa kuat BPD mampu mengelola, menggerakkan, dan mengakselerasi aliran dana di daerah,” ujar Agus.

Baca juga : Doa di Pura Besakih, Korlantas Harap Kemala Run 2026 Lancar

Ia menekankan, peran BPD tidak bisa lagi terbatas sebagai lembaga intermediasi keuangan yang pasif.

“BPD tidak boleh hanya menjadi tempat parkir dana pemerintah daerah. BPD harus naik kelas menjadi orkestrator pengelolaan keuangan daerah, penjaga stabilitas likuiditas, sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi regional,” tegasnya.

Menurut Agus, kebijakan transfer kas daerah memiliki implikasi strategis terhadap likuiditas, kapasitas pembangunan, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Adsense

Ia juga menyoroti tekanan terhadap TKD dalam APBN yang berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah, menekan belanja pembangunan, dan berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.

Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai peluang strategis bagi BPD untuk mengambil peran lebih besar.

Baca juga : Hulu Migas Dorong Ekonomi Daerah, PetroChina Berkontribusi Besar di Jambi

“Tantangan ini justru menjadi momentum bagi BPD untuk mengoptimalkan pengelolaan dana daerah, memperkuat intermediasi ke sektor produktif, serta membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi,” jelasnya.

Dalam forum yang dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Ketua Perbamida, serta para direksi BPD seluruh Indonesia, Agus memaparkan tiga fokus utama penguatan BPD ke depan, yaitu penguatan tata kelola dan manajemen risiko guna meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik.

Lalu, transformasi digital dan operasional untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas layanan. Serta, penguatan peran dalam ekosistem daerah, termasuk dukungan terhadap UMKM dan sektor produktif.

Agus menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal, BPD memiliki posisi strategis sebagai solusi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Dalam kondisi fiskal yang terbatas, BPD adalah solusi, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekonomi Warga Sekitar Sungai Musi

Ia juga mengapresiasi Infobank Media Group atas konsistensinya mendorong peningkatan kualitas industri perbankan daerah melalui forum tersebut.

Melalui kegiatan ini, Asbanda berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan daerah dalam memperkuat peran BPD.

“Kami optimistis BPD akan semakin mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, penjaga stabilitas keuangan regional, serta motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense