BREAKING NEWS
 

Diikuti 102 SDM, KCIC Lanjutkan Alih Pengetahuan Teknologi Kereta Cepat

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 17 April 2026 10:38 WIB
KCIC menggelar HSR Training Batch V Tahap 1. (Foto: Dok. KCIC)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC memulai HSR Training Batch V Tahap 1 sebagai bagian dari kelanjutan penguatan kemandirian SDM Indonesia dalam pengelolaan operasional dan perawatan Whoosh.

Program ini menjadi fase lanjutan seiring progres serah terima SDM indonesia untuk pengoperasian serta perawatan sarana dan prasarana Whoosh yang telah mencapai 80 persen.

Sebanyak 102 peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia selama sekitar  5 bulan, yang meliputi Diksarwira, pelatihan dasar kereta api cepat, serta pembelajaran teori dan praktik.

Para peserta dipersiapkan untuk menjalankan tugas perawatan sarana dan prasarana Whoosh, dengan fokus pada dua bidang, yaitu Tenaga Pemeriksa Sarana dan Tenaga Pemeriksa Jalan Rel.

 

KCIC melaksanakan Training Batch V Tahap 1 untuk pengelolaan operasional dan perawatan Whoosh. (Foto: Dok. KCIC)

Baca juga : Bidik Juara Umum PON 2028, Jakarta Perketat Seleksi Atlet Pelatda

 

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan sesuai standar yang berlaku.

Program ini didampingi oleh tenaga profesional berpengalaman guna memastikan kualitas pembelajaran berstandar internasional.

Sebelumnya sudah ada 652 SDM Indonesia yang telah melalui transfer knowledge dan menjalani proses serah terima pekerjaan dari tenaga ahli China, yang terdiri dari Fixed Assets (prasarana) sebanyak 350 orang, Operation sebanyak 222 orang, dan perawatan sarana sebanyak 80 orang.

Adsense

Jumlah tersebut termasuk masinis dan mekanik sarana yang bertugas di Kereta Cepat Whoosh yang saat ini sudah dilakukan sepenuhnya oleh SDM Indonesia.

Baca juga : Operasi Ketupat 2026 Sukses, Kompolnas Puji Pendekatan Teknologi dari Polri

Proses alih pekerjaan untuk pengoperasian dan perawatan yang telah mencapai 80 persen menunjukkan proses transfer knowledge teknologi High Speed Railway (HSR) berjalan efektif dan terukur.

Capaian ini menunjukkan bahwa operasional Whoosh semakin didukung oleh SDM lokal yang kompeten, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga asing.

Melalui program pelatihan yang berkelanjutan, KCIC optimistis penguasaan teknologi kereta cepat oleh SDM nasional akan semakin kuat sehingga ke depan operasional dan perawatan Sarana Prasarana Whoosh dapat sepenuhnya dikelola secara mandiri.

Untuk operasional, SDM indonesia yang sudah menjalani pelatihan akan bertugas sebagai masinis dan petugas pusat kendali operasi (OCC) yang mengatur perjalanan kereta secara real time.

Pada sisi perawatan sarana, personel menjaga keandalan rangkaian kereta agar tetap optimal untuk operasional harian.

Baca juga : Pemerintah Lindungi Kepentingan Nasional

Sementara itu pada perawatan prasarana, SDM memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi agar perjalanan berlangsung aman, stabil, dan tepat waktu.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan SDM yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal proyek.

Peserta pelatihan merupakan bagian dari SDM Indonesia yang dipersiapkan sebagai generasi pengelola teknologi kereta cepat di masa depan. KCIC akan terus melanjutkan program pengembangan SDM guna mendukung kemandirian penuh operasional dan perawatan Whoosh, serta mendorong Indonesia sejajar dengan negara maju dalam penguasaan teknologi transportasi modern.


Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp (chat dan panggilan) di 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense