Dark/Light Mode

Distribusi Susu Nasional Perlu Standar Hukum dan Teknologi

Selasa, 24 Februari 2026 09:23 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pabrik PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia).
ILUSTRASI. Aktivitas pabrik PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak Indonesia).

RM.id  Rakyat Merdeka - Distribusi susu nasional di negara kepulauan seperti Indonesia membutuhkan standar hukum yang kuat dan dukungan teknologi pengemasan, agar kualitas nutrisi tetap terjaga hingga ke wilayah terluar.

Tantangan geografis, keterbatasan rantai dingin, dan jarak antarpulau menjadikan aspek distribusi sebagai titik krusial dalam pemenuhan gizi nasional.

Praktisi hukum Hendra Setiawan Boen menegaskan, peran hukum menjadi fondasi utama untuk memastikan hak anak atas pangan bergizi, aman, dan bermutu terpenuhi secara merata, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Peran hukum sangat fundamental untuk memastikan hak anak atas pangan bergizi, aman, dan bermutu terpenuhi secara merata, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan,” ujar Hendra saat dikontak RM.id, Selasa (24/2/2026).

Menurut dia, standar nutrisi minimum, standar keamanan pangan, dan standar distribusi harus dirumuskan secara normatif agar tidak terjadi disparitas kualitas antara daerah pusat dan daerah terluar.

Baca juga : Oknum Brimob di Maluku Tewaskan Pelajar, Kapolri: Hukum Berat!

Tantangan utama dalam praktiknya bukan ketiadaan regulasi, melainkan lemahnya implementasi dan pengawasan, terutama pada tahap logistik.

“Titik rawan kualitas sering terjadi pada tahap logistik, bukan produksi,” kata Hendra yang juga Managing Partner Frans & Setiawan Law Office ini.

Dalam konteks tersebut, teknologi pengemasan dinilai menjadi solusi strategis untuk menjaga mutu susu selama proses distribusi antarpulau.

Teknologi kemasan aseptik, misalnya, memungkinkan susu memiliki masa simpan lebih panjang tanpa bahan pengawet dan mengurangi ketergantungan pada rantai dingin, sehingga lebih adaptif untuk wilayah kepulauan.

Direktur Utama PT LamiPak Indonesia Hongbiao Li menilai, rendahnya konsumsi susu berisiko menghambat upaya Indonesia mencapai Generasi Emas 2045.

Baca juga : Program MBG Memenuhi Standar Keamanan Tinggi

Karena itu, distribusi susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu didukung dengan sistem pengemasan yang andal.

“Menjaga kualitas nutrisi, termasuk kualitas susu agar tetap baik saat diterima anak-anak di seluruh pelosok nusantara, menjadi tantangan utama. Di sinilah peran teknologi kemasan menjadi kunci,” ujar Hongbiao dalam jumpa pers, di Pabrik PT Lami Packaging Indonesia, Cikande, Serang, Banten, Selasa (20/1/2026).

PT LamiPak Indonesia memproduksi kemasan aseptik untuk susu dan produk cair lainnya. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 21 miliar kemasan per tahun, hampir tiga kali lipat dari kebutuhan kemasan susu dalam negeri yang berkisar 8 miliar per tahun.

Kapasitas tersebut dinilai memberi ruang bagi penguatan pasokan domestik, seiring dengan pelaksanaan program gizi nasional.

Hongbiao menyatakan, pihaknya siap mendukung Program MBG yang menyasar siswa dan ibu hamil sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Baca juga : Diplomasi Budaya Pererat Pakistan dan Hungaria

“Kami sangat siap mendukung program ini,” katanya.

Sementara itu, Public Relations Manager LamiPak Indonesia Ahmad Rizalmi menambahkan, tantangan distribusi di wilayah kepulauan menjadi salah satu penyebab rendahnya konsumsi susu nasional dan ketimpangan akses pangan bergizi.

“Kami ingin memastikan bahwa satu kotak susu yang diterima anak-anak di daerah terpencil memiliki kualitas yang sama baiknya dengan di kota besar,” ujar Rizalmi.

Menurut dia, solusi teknologi pengemasan aseptik memungkinkan susu tetap steril dan aman tanpa bahan pengawet, sehingga kualitas produk dapat terjaga hingga ke tangan penerima manfaat, meskipun didistribusikan ke wilayah terpencil dan kepulauan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.