RM.id Rakyat Merdeka - Isu kapal Pertamina diawaki kru asing ramai di media sosial. Namun, Pertamina International Shipping (PIS) membantah anggapan tersebut. Perusahaan menegaskan, ribuan pelaut Indonesia tetap menjadi tulang punggung operasional kapal.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, total pelaut Indonesia yang bekerja di kapal Pertamina Group mencapai 4.090 orang. Jumlah itu mencakup operasional domestik maupun internasional.
“Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94 persen,” ujar Vega, Senin (20/4).
Baca juga : 4.090 Pelaut RI Jadi Tulang Punggung Kapal Pertamina
Sementara itu, jumlah pelaut asing hanya sekitar 278 orang atau sekitar 6 persen dari total awak kapal.
Penjelasan ini sekaligus merespons viralnya video seorang pelaut Indonesia di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku kecewa setelah mendapati kapal MT Gamsunoro tidak memiliki awak asal Indonesia.
Dalam percakapan via radio yang diunggah, seluruh kru kapal disebut berasal dari India. Temuan itu memicu kritik, mengingat Indonesia memiliki sekitar 1,4 juta pelaut.
Baca juga : Pasokan Melimpah, RI Siap Ekspor Beras Ke Malaysia
PIS pun memberikan penjelasan. Menurut perusahaan, kapal Gamsunoro memang beroperasi di pasar internasional dan saat ini disewa pihak ketiga. Dalam skema tersebut, penyewa memiliki kewenangan mempekerjakan awak kapal sesuai regulasi internasional.
“Kerja sama dengan penyewa dan manajemen kapal merupakan praktik lazim di dunia pelayaran global,” jelas Vega.
Ia menambahkan, model bisnis ini justru menjadi bagian strategi perusahaan untuk memperluas pasar. PIS sebagai subholding Integrated Marine Logistics terus mendorong ekspansi ke berbagai kawasan, mulai dari Asia, Eropa, Amerika hingga Afrika.
Baca juga : Israel Serang Lebanon, Pengamat: Ancaman Serius Bagi Perdamaian
Langkah ini diharapkan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menambah devisa negara dari sektor maritim.
Meski begitu, PIS menegaskan komitmen tetap berpihak pada tenaga kerja dalam negeri. Pengembangan kompetensi pelaut Indonesia disebut menjadi prioritas agar mampu bersaing di level global.
“Pertamina Group tetap berkomitmen terhadap talenta dalam negeri sebagai bagian dari pengembangan pelaut nasional,” tegas Vega.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.