RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan 2026. Fenomena ini diperkirakan menurunkan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.
Ketua Umum APHI Soewarso menegaskan seluruh anggota harus meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta upaya pencegahan dilakukan secara maksimal dan tidak setengah hati.
“Kita harus antisipasi penuh dengan berbagai langkah pencegahan,” ujar Soewarso dalam diskusi daring, Rabu (22/4/2026).
Baca juga : Simulasi Jadi Penutup Jojo Cs Jelang Piala Thomas & Uber 2026
Ia mengingatkan, karhutla bukan sekadar persoalan teknis, tetapi dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari kondisi alam hingga faktor sosial di masyarakat.
“Karhutla ini akibat dari berbagai faktor, termasuk faktor sosial budaya yang cukup besar pengaruhnya,” katanya.
Menurut Soewarso, koordinasi di tingkat lapangan harus diperkuat. Ia juga meminta kesiapsiagaan pemegang izin kehutanan ditingkatkan menghadapi musim kemarau.
Baca juga : Antisipasi Kemarau, PalmCo Siaga Karhutla Dan Jaga Produksi Sawit
Langkah preventif seperti patroli rutin, penyediaan sarana pengendalian, hingga edukasi masyarakat dinilai penting untuk menekan potensi titik api sejak dini.
Sementara itu, Tenaga Ahli APHI Asep Karsidi menjelaskan dinamika iklim 2026 menunjukkan adanya transisi menuju El Niño. Kondisi ini berpotensi menurunkan curah hujan, terutama di Sumatera dan Kalimantan.
Ia menyebut periode April hingga awal Mei menjadi fase krusial untuk melakukan pencegahan sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Baca juga : Gus Falah Apresiasi Kakorlantas Polri Tekan Angka Kecelakaan Lebaran 2026
“Pendekatan harus bergeser dari reaktif menjadi antisipatif berbasis prediksi iklim,” jelas Asep.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi seperti Operasi Modifikasi Cuaca dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga kelembapan lingkungan jika dilakukan tepat waktu.
APHI menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mencegah karhutla. Sosialisasi dini dan penguatan peran masyarakat peduli api juga dinilai penting agar pencegahan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.