Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi Kemarau, PalmCo Siaga Karhutla Dan Jaga Produksi Sawit
Selasa, 31 Maret 2026 22:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PalmCo) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga produktivitas sawit.
Direktur Utama PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan perusahaan mengambil langkah antisipatif meski prediksi El Nino masih kategori ringan hingga moderat. Menurutnya, kesiapan sejak awal penting untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
“Kami tidak ingin mengambil risiko dan tetap bersiap menghadapi skenario terburuk,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama perusahaan adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat kemarau panjang. Wilayah operasional di Sumatera dan Kalimantan menjadi perhatian khusus.
Baca juga : Antisipasi Krisis Energi, Para Menteri Mulai Lakukan Penghematan
PalmCo kini mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan bernama Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA). Sistem ini digunakan untuk memantau potensi kebakaran secara real time.
“Sistem ini membantu mendeteksi titik panas lebih awal agar penanganan bisa dilakukan cepat,” katanya.
Jatmiko menegaskan, teknologi tersebut tetap harus didukung kesiapan tim di lapangan. Setiap peringatan dari sistem akan langsung ditindaklanjuti oleh petugas di wilayah operasional.
Selain teknologi, perusahaan juga memperkuat infrastruktur pendukung seperti embung dan sekat kanal di area rawan kekeringan. PalmCo juga bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam patroli dan penanganan darurat.
Baca juga : Antisipasi Kepadatan Di Tanjung Priok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Di sisi lain, ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada kebakaran, tetapi juga pada produktivitas tanaman. Kekeringan berpotensi mengganggu pertumbuhan dan menurunkan hasil panen.
“Kemarau panjang bisa memicu gangguan pertumbuhan hingga penurunan hasil produksi,” ucapnya.
Ia menambahkan, tanaman belum menghasilkan menjadi kelompok paling rentan terhadap stres air. Kondisi ini dapat memengaruhi keberlanjutan produksi jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik.
Selain itu, perubahan kondisi lingkungan juga berpotensi meningkatkan populasi hama seperti hewan pengerat dan serangga. Situasi ini dapat memperburuk kondisi tanaman di tengah tekanan iklim.
Baca juga : Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal
Untuk itu, PalmCo menerapkan strategi agronomi adaptif dengan fokus pada pengelolaan air dan kelembapan tanah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi tanaman tetap optimal.
“Fokus kami menjaga tanaman tetap optimal dan memastikan produksi tidak terganggu,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, PalmCo berharap dapat menjaga stabilitas operasional serta meminimalkan dampak lingkungan dan sosial selama musim kemarau.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya