BREAKING NEWS
 

Genjot Kolaborasi, Kinerja SMBC Stabil di Triwulan I 2026

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 24 April 2026 20:46 WIB
Foto: Dok.Bank SMBC Indonesia

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) terus mencatat kinerja positif secara konsolidasi maupun bank saja pada Triwulan I-2026.

Kinerja ditopang oleh upaya kolaborasi Perseroan dengan anak usaha untuk melayani berbagai berbagai segmen ritel dan bisnis.  

Sebagai perusahaan induk konglomerasi, SMBC Indonesia senantiasa menerapkan budaya kolaborasi dengan anak perusahaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPN Syariah) dan Grup OTO perusahaan pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda dua dan empat untuk mendukung pertumbuhan bersama yang lebih bermakna.

Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, kinerja pada periode tersebut didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada Triwulan I-2026 dan penguatan struktur pendanaan.

"Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Henoch dalam keterangan resminya, Jumat (23/4/2026).

Adapun, SMBC Indonesia mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun pada Triwulan I-2026, meningkat 2,0 persen secara year-on-year (yoy).

Baca juga : Presiden Kazakhstan Soroti Keadilan Kerja Sama Iklim di KTT Ekologi 2026

Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, antara lain kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 4,1 persen yoy, kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 12,0 persen yoy, serta pembiayaan Grup OTO yang meningkat 5,0 persen yoy.

Pembiayaan oleh BTPN Syariah juga turut tumbuh 3,7 persen yoy. Perseroan secara konsolidasi juga berhasil menurunkan biaya kredit 7,9 persen yoy menjadi Rp1,2 triliun seiring dengan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio.

Sejalan dengan itu, total aset SMBC Indonesia meningkat 4,1 persen yoy menjadi Rp250,0 triliun per akhir Maret 2026, didukung oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2 persen yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga.

Laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar.

Sementara itu, laba bersih setelah pajak bank saja menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,5 persen yoy menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kinerja inti Bank yang tetap solid.  

Adsense

Kinerja anak usaha turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi SMBC Indonesia. BTPN Syariah mencatat laba bersih sebesar Rp319 miliar pada Triwulan I-2026, tumbuh 2,8 persen yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun.

Baca juga : Melonjak 24 Persen, KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di Triwulan I-2026

Sementara, Grup OTO membukukan laba bersih sebesar Rp113 miliar, melonjak 45,5 persen yoy.  

SMBC Indonesia juga mencatatkan penguatan dana murah (current account saving account/CASA) sebagai salah satu pendorong utama kualitas pendanaan pada Triwulan I-2026.

Saldo CASA tercatat mengalami peningkatan signifikan sebesar 40,6 persen yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, rasio CASA meningkat dari 35,7 persen menjadi 44,1 persen, mencerminkan keberhasilan strategi bank dalam mengoptimalkan komposisi dana pihak ketiga yang lebih efisien dan berkelanjutan.  

"Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan," ujar Henoch.

Pertumbuhan CASA didorong oleh kontribusi dari segmen korporasi dan komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM), seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi dan kepercayaan nasabah terhadap layanan Perseroan.

Baca juga : Hendra Setiawan Debut Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut didukung oleh kondisi likuiditas dan permodalan yang tetap solid. SMBC Indonesia menjaga rasio likuiditas dan pendanaan pada tingkat yang sehat dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 260,24 persen, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 122,71 persen, serta capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 29,63 persen.  

Selain itu, SMBC Indonesia terus mendorong peningkatan literasi keuangan nasabah melalui program Daya. Salah satunya melalui penyelenggaraan seminar literasi keuangan bertajuk 'Cerdas Hadapi Aturan Pajak 2026' bagi nasabah Sinaya Prioritas.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nasabah terkait implementasi sistem pelaporan perpajakan Coretax serta mendukung kesiapan dalam pelaporan pajak secara optimal.

Seminar yang diselenggarakan secara luring dan daring pada periode Februari hingga Maret 2026 ini menghadirkan praktisi pajak dan membahas tahapan penting dalam proses pelaporan SPT.

Mulai dari aktivasi hingga pengisian secara tepat, guna membantu nasabah menghadapi dinamika regulasi dengan lebih siap dan percaya diri.

"Melalui Daya, SMBC Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi keuangan nasabah, termasuk dalam memahami perubahan regulasi, sehingga dapat mengelola keuangan secara lebih baik dan berkelanjutan di tengah dinamika kebijakan yang terus berkembang," ucap Henoch.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense