Dark/Light Mode

BRIN-BPOM RI Kolaborasi Perkuat Kedaulatan di Bidang Kesehatan

Sabtu, 28 Februari 2026 11:00 WIB
Kepala BRIN Arif Satria dan Kepala BPOM RI Taruna Ikrar di kantor BPOM RI, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ist)
Kepala BRIN Arif Satria dan Kepala BPOM RI Taruna Ikrar di kantor BPOM RI, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI berkolaborasi untuk memperkuat kedaulatan di bidang kesehatan. Keduanya sepakat untuk mempercepat peningkatan jumlah obat-obatan dari bahan alam tingkat tertinggi atau fitofarmaka.

Kepala BRIN Arif Satria bersama jajaran mengunjungi BPOM RI pada Jumat (27/2/2026) untuk berdiskusi dan melihat berbagai fasilitas yang ada di sana. Dari hasil diskusi tersebut, disampaikan bahwa spesies tanaman di Indonesia yang berpotensi menjadi obat-obatan termasuk dalam seribu besar dunia. Namun, jumlah fitofarmaka di Indonesia masih sangat kecil.

“Oleh karena itu kami sepakat untuk mempercepat peningkatan jumlah fitofarmaka. Dengan bertambahnya obat herbal yang naik kelas menjadi fitofarmaka, ketergantungan kita terhadap obat impor akan semakin menurun. Pada saat yang sama, hal ini juga memperkuat ekonomi nasional,” kata Arif kepada awak media usai kunjungan tersebut.

Baca juga : Komisi IX Minta Pemerintah Kaji Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Di sisi lain, Arif mengatakan, BRIN dan BPOM RI memiliki kesamaan pandangan bahwa kepentingan nasional di bidang kesehatan harus diperkuat, termasuk melalui inovasi vaksin. Beberapa inovasi vaksin yang juga didiskusikan di antaranya perngembangan vaksin malaria, dengue, dan meningitis. 

“Bahkan, dengan dukungan pemerintah, kita juga tengah mengembangkan vaksin untuk kanker. Ini merupakan terobosan besar yang dapat dihasilkan melalui kolaborasi antara BPOM dan BRIN, sehingga Indonesia dapat semakin berjaya di bidang vaksin,” ujarnya.

Arif menjelaskan, nantinya riset baik terkait fitofarmaka maupun pengembangan vaksin, akan dilakukan BRIN dan dengan pendampingan BPOM RI. Sehingga proses menuju uji klinis sudah dikawal sejak fase riset hingga dilanjut di tahap berikutnya dengan lebih cepat dan mudah.

Baca juga : KPKI Dukung Program Pemerintah Perkuat Kawasan Kepabeanan

“Dalam waktu dekat, khususnya terkait fitofarmaka, ada sekitar empat hingga lima jenis yang akan kami dorong. Kami berkomitmen untuk mempercepat proses registrasinya.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan, ada empat hal yang menjadi dasar harapan BRIN dan BPOM agar dapat semakin bersinergi. Sehingga apabila kolaborasi ini berjalan kuat, akan tumbuh capaian-capaian besar bagi Republik Indonesia di masa depan.

Pertama, Taruna mengatakan, keeratan hubungan kerja antara BRIN dan BPOM sangat nyata. Sebab, proses riset dan pengembangan yang dilakukan BRIN akhirnya bermuara pada hilirisasi, termasuk proses sertifikasi di BPOM.

Baca juga : Menkop: Kolaborasi Lintas K/L Kunci Percepatan Ekosistem Kopdes Merah Putih

“Kedua, dalam konteks ketersediaan ahli, BRIN memiliki sangat banyak tenaga pakar. Sementara itu, Badan POM bergerak di ranah teknis dan terus melakukan berbagai inovasi. Oleh karena itu, kami berharap dukungan dari para staf dan peneliti BRIN untuk mendukung serta memperkuat inovasi yang kami kembangkan,” kata Taruna

Di samping itu, Taruna mengatakan, BPOM memahami bahwa BRIN memiliki kerangka kerja yang luar biasa dan sangat diharapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendorong Indonesia masuk ke teknologi terkini, bahkan teknologi paling maju. Sehingga dalam konteks obat-obatan, makanan, dan teknologi kesehatan canggih, kolaborasi ini menjadi sangat penting.

“Yang keempat, kami juga mengembangkan konsep Academia–Business–Government (ABG). Konsep ini menjadi poin penting, terutama karena akademisi memiliki peran strategis. Prof. Arif Satria adalah seorang akademisi tulen, dan kami pun memiliki latar belakang akademik. Karena itu, sinergi ini menjadi sangat relevan,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.