BREAKING NEWS
 

Kuartal I-2026, Pupuk Kaltim Produksi 2,14 Juta Ton Pupuk

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 2 Mei 2026 18:27 WIB
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatatkan total produksi lebih dari 2,14 juta ton sepanjang kuartal I-2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pasokan pupuk nasional di tengah dinamika global.

Produksi tersebut terdiri atas 1,16 juta ton urea, 874 ribu ton amonia, dan 104 ribu ton NPK, yang menegaskan peran strategis perusahaan sebagai produsen urea terbesar di Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja operasional, tetapi juga komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani secara berkelanjutan.

“Di tengah berbagai dinamika global, menjaga akses pupuk menjadi kunci untuk memastikan produktivitas pertanian nasional tetap terjaga,” ujar Anggono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga : Kinerja Kuartal I-2026 Resilien, Arus Kas Operasi Elnusa Melonjak Signifikan

Pupuk Kaltim saat ini didukung 13 pabrik dengan total kapasitas sekitar 6,47 juta ton per tahun guna memastikan operasional berjalan andal dan efisien.

Selain itu, hingga 27 April 2026, stok pupuk perusahaan tercatat mencapai 618.393 ton yang tersebar di gudang produsen dan jaringan distribusi Pupuk Indonesia di seluruh Indonesia, sehingga siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan petani.

Adsense

Dari sisi hulu, ketersediaan gas bumi domestik di Kalimantan Timur menjadi salah satu keunggulan dalam menjaga stabilitas produksi urea. Perusahaan juga memperkuat ketahanan bahan baku melalui diversifikasi sumber, penguatan manajemen stok, serta koordinasi lintas entitas dalam grup.

Pupuk Kaltim juga menerapkan operational excellence melalui optimalisasi proses produksi, penguatan tata kelola, dan manajemen risiko guna menjaga efisiensi operasional.

Baca juga : Realisasi Investasi Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Dalam upaya peningkatan efisiensi, perusahaan telah merampungkan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang mampu menurunkan konsumsi gas lebih dari 10 persen atau sekitar 4 MMBTU per ton amonia.

VP Pengembangan Bisnis Pupuk Kaltim Astri Agustina mengatakan, modernisasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing operasional perusahaan. “Upaya ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pupuk nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Pupuk Kaltim tengah mengembangkan pabrik soda ash pertama di Indonesia sejak Oktober 2025, yang juga akan menghasilkan amonium klorida sebagai bahan baku pupuk.

Di sisi hilir, perusahaan terus mendorong penguatan ekosistem pertanian melalui program Agrosolution yang mencakup edukasi pertanian presisi, akses permodalan, hingga dukungan pasar.

Baca juga : PT Mitra Saruta Tahan Krisis Global, Produksi 1,4 Juta Sarung Tangan

Hingga 28 April 2026, program tersebut telah menjangkau 18.913 petani di lahan seluas 56.954,32 hektare.

Pupuk Kaltim juga memperkuat program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA) di Magetan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah menjadi biogas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense